6 Kopi Indonesia yang Ekspansi Keluar Negeri, Menembus Sekat Batas

Klikhijau.com – Indonesia dilimpahi kekayaan alam tak terbantahkan. Kopi adalah bagian di dalamnya. Faktor ini pulalah yang membuat penikmat kopi Indonesia semakin membiak. Itu bisa dilihat dari se...

6 Kopi Indonesia  yang Ekspansi Keluar Negeri, Menembus Sekat Batas
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Apalagi daerah gayo telah menjadi daerah komoditas kopi internasional. Kopi Arabika Gayo (Arabica Gayo Coffee) adalah satu di antara komoditi ekspor unggulan Indonesia yang telah dikenal di pasar domestik dan internasional, (Ellyanti dkk, 2012).



  • Kopi Sumatera



Provinsi Sumatera Utara merupakan produsen terbesar kopi arabika di Indonesia. Produksi kopinya pada tahun 2016 mencapai 50.405 ton (Kementerian Pertanian, 2016).

Kopi arabika Sumatera Utara memiliki reputasi internasional dengan nama Mandheling Coffee dan Lintong Coffee. Asal kopi Mandheling adalah wilayah di dataran tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara dengan elevasi 1.000-1.600 m di atas permukaan laut (dpl).

Kementerian Pertanian (2010) mendefinisikan kopi spesialti sebagai kopi yang mempunyai cita rasa yang khas, tumbuh pada daerah yang khas dan sudah dikenal masyarakat internasional.

Jef Rudiantho Saragih dalam  Ottaway (2018 menyatakan kopi arabika dari Aceh dan Sumatera Utara merupakan kopi arabika spesialti yang memiliki permintaan tinggi karena memiliki karakter yang unik.



  • Kopi Jawa Barat



Kopi Jawa Barat merupakan gabungan dari berbagai jenis biji kopi yang di tanam di sana, misalnya kopi Malabar, Pangalengan  dan lainnya.

Kopi-kopi itu bersatu di bawah satu nama, yakni Jawa Barat. Pada tahun 2012 cerita tentang kopi ini dimulai. Saat itu kopi Jawa Barat pertama kali diekspor  ke Eropa dan Amerika. Beberapa negara di kedua benua itu merupakan penikmat kopi Jawa Barat.

Kopi  asal Jawa Barat sebenarnya sudah terkenal ke berbagai negara sejak abad ke XVIII.  Namun untuk saat ini kopi  asal Jawa Barat di ekspor ke berbagai negara diantaranya ke Maroko, Korea Selatan, Australia dan Jerman.

Kopi  Jawa Barat yang populer berasal dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut dan Sumedang.   Ditanam di atas ketinggian tempat 1.000 m dpl. Kopi mempunyai kualitas baik dan cita rasanya banyak disukai oleh konsumen di dalam maupun luar negeri.



  • Kopi Papua



Daerah penghasil kopi Papua tersebar diberbagai wilayah. Ada beberapa  beberapa jenis kopi Arabika dan Robusta di sana. Di antaranya kopi Arabika asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya (kopi Wamena), kopi Arabika asal Moanemani kabupaten Dogiyai (Kopi Moanemani) dan lain sebagainya

Kopi asal papua ini juga telah mendunia. Ia menembus sekat negara agar bisa dinikmati oleh para penikmat kopi dari berbagai belahan dunia.



  • Kopi Kintamani



Kopi ini merupakan salah satu komoditas kopi Indonesia yang sangat populuer di dunia. Jenisnya merupakan kopi  arabika.

Kopi ini tumbuh pada  ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Letak pembudidayaan kebanyakan di dekat gunung batur.

Kekhasan pengelolaan kopi Kintamani selain dibudidayakan pada dataran tinggi adalah penerapan pola tanam tumpangsari dengan tanaman jeruk terintegrasi dengan ternak.

Pemetikan kopi dengan cara manual yang cermat dengan persentase gelondong merah minimum 95%. Kopi gelondong merah diproses dengan cara basah, dengan fermentasi selama 12 jam atau 36 jam dan dikeringkan dengan cara alami lewat cara menjemur (wet process dry hulling).

Menurut  Rubiyo  (2005) pemberian pupuk kandang dan teknik fermentasi berpengaruh terhadap kualitas dan citarasa kopi arabika.

Sahabat hijau itulah 6 jenis kopi Indonesa yang telah mendunia, menembus sekat batas negara.

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2