4 Fakta tentang Avigan, Obat yang Dipesan Jokowi untuk Halau COVID-19

Klikhijau.com –Kabar gembira sedikitnya mengurangi kegalauan saat Presiden Joko Widodo menyebutkan bakal rapid test secara massal untuk mendeteksi awal virus corona Covid-19. Selain itu, Presiden juga...

4 Fakta tentang Avigan, Obat yang Dipesan Jokowi untuk Halau COVID-19
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –Kabar gembira sedikitnya mengurangi kegalauan saat Presiden Joko Widodo menyebutkan bakal rapid test secara massal untuk mendeteksi awal virus corona Covid-19. Selain itu, Presiden juga berencana menyiapkan obat Avigan atau Klorokuin yang dinilai ampuh mengobati virus corona.

"Obat pertama yang akan didatangkan adalah obat flu Avigan. Kita telah mendatangkan lima ribu, akan kita coba dan dalam proses pemesanan dua juta. Sementara itu, obat kedua adalah chloroquin yang telah disiapkan sebanyak tiga juta," katanya, saat temu media di Istana negara, Jumat (20/3/2020).

Banyak yang kemudian bertanya-tanya, apa itu Avigan serta seberapa ampuh obat ini melawan virus sekaliber COVID-19. Berikut ini kami merangkum 4 fakta penting perihal Avigan yang penting Anda ketahui.



  1. Apa itu avigan?



Avigan atau Favipiravir adalah obat antivirus yang berasal dari Jepang dan diproduksi oleh Fujifilm Toyama Chemical, dan Zheijang Hisun Pharmaceutical. Pada awalnya, obat ini diproduki untuk pengobatan virus unfluenza.

Pada Februari lalu, Avigan sudah diujicoba pada sejumlah pasien Covid-19. Hasilnya menggembirakan. Otoritas medis di Cina mengatakan obat yang digunakan di Jepang untuk mengobati jenis baru influenza ini tampaknya efektif pada pasien COVID-19.

“Obat ini memiliki tingkat keamanan yang terbukti tinggi dan jelas efektif untuk digunakan (melawan virus corona),” tutur Zhang Xinmin, pejabat Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China kepada The Guardian Dilansir Kompas.com.

Live Science menyebutkan, Avigan secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA. Virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 memang memiliki materi genetik utama RNA, bukan DNA. Obat ini menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA Polimerase.



  1. Sudah diproduksi sejak kapan?



Seperti diketahui, produsen Avigan yakni Fujifilm Toyama mengembangkan obat ini sejak tahun 2014 dan sukses diujicoba untuk pasien COVID-19 sejak Februari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menerima obat teruji negatif dalam waktu singkat, sedangkan gejala pneumonia sangat berkurang.

Walau begitu, hingga saat ini, Avigan masih terus dikembangkan. Para ilmuwan juga tengah menunggu hak paten obat tersebut agar bisa mengembangkan obat generiknya.



  1. Sudah melewati uji klinis?



Uji klinis terhadap Avigan dilakukan pada 200 pasien di rumah sakit Wuhan dan Shenzen Februari lalu. Dari Shenzhen sendiri, menyumbang 80 pasien, 35 pasien yang menerima perlakuan obat oral favipiravir, dan 45 orang dalam grup kontrol (tidak minum obat favipiravir), mengutip dari Xinhuanet.

Zhang Xinmin, seorang pejabat di kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi China, mengatakan bahwa favipiravir, memberikan hasil yang menggembirakan dalam uji klinis di Wuhan dan Shenzhen yang melibatkan 340 pasien.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2