3 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata Selama Pembelajaran Daring

Klikhijau.com – Banyak hal berubah tahun 2020 ini, semisal aktivitas belajar mengajar di dunia pendidikan. Dari tatap muka langsung berubah ke pembelajaran daring Pembelajaran daring ini mulai fasi...

3 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata Selama Pembelajaran Daring
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Banyak hal berubah tahun 2020 ini, semisal aktivitas belajar mengajar di dunia pendidikan. Dari tatap muka langsung berubah ke pembelajaran daring

Pembelajaran daring ini mulai fasih diucapkan dan sangat familiar didengar. Penyebab beralihnya pembelajaran ke daring  karena Covid-19.

Maka mau tak mau, rela tak rela. Dunia pendidikan harus beradpatasi dengan sistem baru. Semua aktivitas  di area sekolah dan kampus diliburkan, termasuk interaksi belajar mengajar.

Peserta didik dan pendidik (guru dan dosen) pun harus menyesuaikan diri agar pembelajaran tidak berhenti.

Maka, muncullah satu metode baru, yakni pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet.

Pembelajaran itu kemudian lebih dikenal dengan pembelajaran daring. Meski proses itu memiliki banyak kendala, namun tak ada jalan lain.

Salah satu kendala dan ancaman dari pembelajaran daring adalah kesehatan mata.  Karena selama proses pembelajaran peserta maupun pendidik akan melototi layar laptop, komputer atau handphone mereka.

Sementara terlalu lama menatap layar lapton dan HP bisa berimbas pada kesehatan mata. Padahal mata menjadi indra yang sangat pentng bagi manusia. Boleh dikata mata adalah jendela dunia. Sebab dengan indra tersebut seseorang bisa menikmati warna-warni dunia ini.

Jutaan orang alami gangguan penglihatan

Karena itulah, kesehatan mata sangat penting untuk dijaga. Mutia Maulud Fauziah dkk (2014) mengungkapkan kehilangan atau kerusakan salah satu bola mata dapat mengganggu penglihatan.

Berdasarkan data WHO terdapat 285 juta orang di dunia   mengalami gangguan penglihatan. Di mana 39 juta orang mengalami kebutaan dan 246 juta orang mengalami berpenglihatan kurang (low vision).

Tajam penglihatan sudah dikatakan low vision dengan visus 6/18. Secara global gangguan penglihatan tersebut disebabkan oleh kelainan refraksi 43%, katarak 33% dan glaukoma 2%. Namun  demikian, bila dikoreksi dini sekitar 80% gangguan penglihatan dapat dicegah maupun diobati.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2