Yuk, Terapkan Organic Parenting, Pola Pengasuhan Anak Alami!

Klikhijau.com - Apa yang paling menggelisahkan orang tua sekarang ini? Khususnya yang memiliki anak yang masih kecil. Jika kamu katakan gawai, bisa saja sangat benar. Keberadaan gawai telah melahirkan...

Yuk, Terapkan Organic Parenting, Pola Pengasuhan Anak Alami!
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Apa yang paling menggelisahkan orang tua sekarang ini? Khususnya yang memiliki anak yang masih kecil. Jika kamu katakan gawai, bisa saja sangat benar. Keberadaan gawai telah melahirkan banyak kekhwatiran bagi perkembangan anak. Baik fisik maupun mental.

Menurut penelitian, 5-16 persen anak usia TK mengalami masalah pemprosesan sensori yang memengaruhi perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosi.

Psikolog Tumbuh Kembang Anak, Chitra Annisya seperti yang dimuat Kompas.com mengatakan, 98 persen anak berusia kurang dari 8 tahun sudah aktif pakai gawai. Pola makan anak-anak juga tinggi kalori dan gula.

Ia juga menjelaskan, karena lebih banyak menggunakan gawai dan kurang kegiatan yang berkaitan dengan fisik, dampaknya buruk bagi anak. Padahal, kebutuhan utama anak adalah bermain, terutama yang berkaitan dengan fisiknya.

“Sekarang ini anak-anak mau mewarnai tinggal klik saja di gawai. Karena kurang stimulasi juga, kemampuan biacara dan mengendalikan dirinya jadi rendah,” katanya.

Padahal menurutnya kegiatan bermain di alam terbuka atau di taman juga sangat disarankan sehingga anak bisa bermain, berlari-lari, dan mengeksplorasi alam.

“Paparan sinar matahari sangat bagus untuk fisik dan mental. Termasuk untuk merangsang hormon bahagia dan melepaskan beban emosi,” kata Chitra.

Untuk mengatasi hal itu, pengasuhan secara alami dan ramah lingkungan dengan gaya pengasuhan anak alami (organic parenting) bisa diterapkan.

Iya, saat ini berkembang gaya pengasuhan anak alami (organic parenting). Pola asuh ini tidak cuma mengajarkan anak untuk lebih dekat dengan alam, tapi juga berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak.

Kegiatan multisensori

“Dalam pola asuh ini, orang tua didorong untuk melakukan interaksi dua arah. Jadi memberikan sentuhan fisik, komunikasi verbal, dan kontak mata,” ujar psikolog dari lembaga Tiga Generasi ini.

Pola ini juga memungkinkan anak akan lebih banyak melakukan kegiatan multisensori atau yang merangsang seluruh inderanya. Tentu saja ini disesuaikan dengan tahapan usia dan perkembangan anak.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2