YKL Gelar Seminar Nasional Perihal Ekonomi Biru di Kawasan Wallacea

oleh -48 kali dilihat
Seminar Nasional Penguatan Ekonomi Biru dan Konservasi Laut Berbasis Masyarakat di Kawasan Wallacea-foto:Ist

Klikhijau.com –Yayasan Konservasi Laut Indonesia (YKL) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Penguatan Ekonomi Biru dan Konservasi Laut Berbasis Masyarakat di Kawasan Wallacea.”

Seminar ini diselenggarakan secara hybrid, melibatkan kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari instansi pemerintah, civitas akademisi Unhas, media, NGO, perusahan swasta, serta nelayan pulau Langkai dan Lanjukang. Bertempat di hotel Dalton Makassar, Selasa, 20 Agustus 2024.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan konservasi laut dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan di Wallacea, kawasan yang dikenal dengan kekayaan biodiversitasnya.

“Seminar nasional ini kami mengangkat tema ekonomi biru, bulan lalu Kementrian Bappenas meliris data bahwa Sulawesi Selatan ini adalah provinsi dengan nilai indikator ekonomi biru tertinggi di Indonesia. Jadi ini terus kita banggakan,’’ ujar Nirwan Daeng Sibali, Direktur YKL.

KLIK INI:  Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Sadar Lingkungan Warga Desa Bontotiro, Jeneponto

Salah satu upaya yang telah dilakukan Yayasan Konservasi Laut Indonesia (YKL) yang didukung Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) dan Burung Indonesia untuk menjawab berbagai tantangan diatas adalah dengan melaksanakan Program Penguatan Ekonomi dan Konservasi Gurita Berbasis Masyarakat (PROTEKSI GAMA) di Pulau Langkai dan Lanjukang Kota Makassar.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah narasumber berpengaruh yang memberikan wawasan mendalam tentang topik tersebut. Diantaranya, Bapak Dr. M. Ilyas, ST., M. Sc selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Rijal Idrus akademisi Unhas, Kak Jihad dari Burung Indonesia dan Muhammad Fauzi Rafiq dari YKL.

Setelah berbagi sesi pemaparan, dilanjutkan dengan diskusi interaktif membahas pengelolaan kawasan konservasi, strategi pemanfaatan hasil laut yang ramah lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Para peserta juga berdiskusi untuk melihat lebih utuh perannya sebagai bagian penting keberhasilan inisiatif konservasi dan pengembangan ekonomi biru.

‘‘Kami percaya bahwa pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus melindungi ekosistem laut.” Ujar Dr. M. Ilyas, ST., M. Sc selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan.

Diskusi ini kemudian menggarisbawahi perlunya sinergi antar stakeholder dalam memberi dukungan penuh kepada pemberdayakan penduduk lokal untuk berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya laut mereka sendiri.

‘‘Potensi pengembangan ekonomi biru sangat nyata, namun yang menjadi tugas utama kita adalah memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat bertumbuh, dibekali pengetahuan dalam mengelola secara mandiri sektor perikanan dan kelautan dengan ramah lingkungan ,’’ ujar Prof Rijal Idrus  akademisi Unhas.

Kegiatan seminar ini ditutup dengan pembagian buku, sembari melihat gallery walk yang memperlihatkan gambar-gambar penjaringan potensi kolaborasi dari berbagai pihak.