Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

"Wow" Diduga Rusak Terumbu Karang Raja Ampat

Klikhijau.com - Wow, kata seru yang menyatakan keterkejutan dan kegembiraan itu terdapat di sebuah kapal yang mengangkut wisatawan asing. Yang membuat tulisan wow benar-benar menjadi wow bukan keca...

Oleh Idris Makkatutu 11 Mar 2019 00:00 2 menit baca
Klikhijau.com - Wow, kata seru yang menyatakan keterkejutan dan kegembiraan itu terdapat di sebuah kapal yang mengangkut wisatawan asing. Yang membuat tulisan wow benar-benar menjadi wow bukan kecanggihan kapalnya, tapi ulah kapal yang bertuliskan wow tersebut yang diduga merusak terumbu karang di perairan Pulau Priwen, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Sabtu, 9 Maret 2019 lalu. Kapal berwarna putih dengan tulisan wow itu, sempat ditahan masyarakat setempat karena kandas di atas terumbu karang hingga rusak. Dany, (22), warga Kampung Priwen menuturkan kapal tersebut menabrak terumbu karang disaksikan oleh masyarakat setempat sehingga warga marah dan sempat menahan kapal.
KLIK INI: Waigeo, Pulau dengan Keanekaragaman Hayati yang Menakjubkan
"Karena tidak punya kewenangan menahan kapal, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dan instansi terkait lainnya guna di proses hukum," ujarnya seperti dikutip Antara. Kepala Kepolisian Resor Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan tersebut. Setelah mendapat laporan dari warga anggota Polres Raja Ampat  turun ke tempat kejadian perkara guna menghimpun data-data lapangan untuk penyelidikan lebih lanjut.
KLIK INI: Ballo Tala Jeneponto akan Jadi Bahan Baku Bioetanol
"Anggota saya sudah turun ke lokasi kejadian mengungkapkan data dan kasus ini masih proses penyelidikan," kata Kapolres melalui pesan singkat. Tahun 2017 lalu, terumbu karang di Raja Ampat juga pernah rusak karena  diterabas kapal pesiar M.V. Caledonian Sky yang kandas di selat Dampier. Kerusakan terumbu karang di perairan Raja Ampat saat itu diperkirakan mencapai lebih dari 1,8 hektar. [irp]
Topik terkait
#raja ampat #provinsi papua barat #terumbu karang #kapal wisata #terumbu karang rusak