Wisata Halal Tak Akan Rusak Tatanan dan Kearifan Lokal?

Klikhijau.com – Sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia, wajar jika pengembangan wisata halal di Indonesia terus dipupuk. Apalagi potensi wisata halal dianggap sebagai peluang yang baik untuk...

Wisata Halal Tak Akan Rusak Tatanan dan Kearifan Lokal?
Bacakan Artikel

“Ini untuk menjamin bahwa wisatawan muslim merasa terjamin kehalalan pada makanan dan minuman mereka. Itu saja,” katanya.

[irp posts="3997" name="Ini Provinsi yang Jadi Destinasi Halal di Indonesia, Apakah Kamu Tinggal di Salah Satunya?"]

Anggiat mengingatkan, tingginya kunjungan wisatawan dari negara-negara berpenduduk Islam menjadikan aspek halal sebagai daya pikat. Di Sulsel, misalnya. Wisatawan muslim yang datang tidak sedikit. Begitu juga di daerah lain.

Ia menilai munculnya gagasan wisata halal, seperti di Bali dan Tator, harus dibarengi dengan kebijakan dan perangkat yang memudahkan. Salah satunya adalah biaya label halal.

Menurut Anggita, untuk mendapatkan satu label halal, setidaknya membutuhkan biaya sekitar Rp30 juta, karenanya jumlah hotel yang menggunakan label halal sedikit karena biaya pengurusannya mahal,

Untuk di Sulsel  baru empat hotel yang menggunakan label halal. Yakni Hotel Aston, Claro, Aldera, dan Hotel Zona. Itu artinya, jumlah hotel bersertifikasi halal sangat minim. Selain tidak banyak pengelola hotel mengurus sertifikat, biaya sertifikasi halal juga mahal.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: