Upaya Indonesia dalam Mitigasi Perubahan Iklim Menuju 'Net-zero Emission' 2050

Klikhijau.com - Indonesia terus berusaha upaya upaya upaya-upaya pemulihan mitigasi perubahan iklim. Hal ini merupakan wujud tanggung-jawab di tingkat nasional sekaligus di tingkat global. Terkait...

Upaya Indonesia dalam Mitigasi Perubahan Iklim Menuju 'Net-zero Emission' 2050
Bacakan Artikel

Perlu kerja keras dan sinergi

Untuk mencapai target ambisius ini, kata Siti Nurbaya, diperlukan kerja keras dan sinergitas seluruh pihak, baik Kementerian / Lembaga, provinsi, kabupaten / kota, dunia usaha, lembaga keuangan, masyarakat dan organisasi masyarakat termasuk perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan iklim yang ramah.

Selain itu, dukungan internasional sangat diperlukan agar Indonesia dapat mencapai target net-zero emission tersebut, baik melalui dukungan peningkatan kapasitas, kerjasama teknologi, peningkatan perdagangan dan investasi yang rendah emisi gas rumah kaca serta untuk infrastruktur yang tangguh.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, menyampaikan komitmen sektor menurunkan emisi GRK sebesar 314-398 Juta Ton CO2 pada tahun 2030.

Komitmen tersebut dicapai melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan energi, dan konservasi energi , serta penerapan teknologi energi bersih.

“Penurunan emisi dari sektor energi yang didasarkan pada aksi-aksi, yaitu penyediaan listrik melalui pembangkit EBT, penerapan efisiensi energi, penggunaan bahan bakar nabati, dan implementasi cofiring biomassa untuk mengurangi konsumsi batu bara PLTU,” tutur Menteri Arifin.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK Ruandha A. Sugardiman menjelaskan dokumen LTS-LCCR 2050 terdiri dari 9 bagian atau bab.

Ruanda menggarisbawahi pada bab terakhir, bahwa LTS-LCCR 2050 Indonesia mencerminkan data dan informasi terkini, analisis, dan skenario untuk kemungkinan masa depan berkontribusi dalam aksi iklim global dalam mencapai tujuan Perjanjian Paris.

Ruandha menyampaikan, sebagai negara berkembang, Indonesia kemungkinan akan mengalami perubahan dinamis akibat perubahan nasional dan global serta pandemi Covid-19 saat ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, LTS-LCCR 2050 Indonesia akan dimonitor, direview dan dimutakhirkan seperlunya dengan mempertimbangkan keadaan nasional, kapasitas dan kapabilitas, dan ketentuan dalam Paris agreement.

“Jadi intinya dokumen dinamis dinamis, dengan mengikuti perkembangan kedepan seperti apa. Oleh karena itu, kami mohon masukan bapak / ibu sekalian pada diskusi webinar kali ini, sehingga dokumen yang kita susun bersama ini menjadi strategi jangka panjang indonesia menuju net zero emission 2070, ”katanya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2