Ubi Kayu, Makanan Pinggiran yang Jadi Komoditi Ekspor

Klikhijau.com – “Gorengan kedua,” katamu memberi keterangan pada foto yang kau kirim. Saya membukanya lalu terpampanglah gambar ubi kayu yang telah digoreng. “Enaknya,” balas saya. “Banyak pemin...

Ubi Kayu, Makanan Pinggiran yang Jadi Komoditi Ekspor
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – “Gorengan kedua,” katamu memberi keterangan pada foto yang kau kirim. Saya membukanya lalu terpampanglah gambar ubi kayu yang telah digoreng.

“Enaknya,” balas saya.

“Banyak peminatnya,” balasmu lagi.

Ubi kayu goreng atau biasa disingkat saja ubi goreng. Memang telah menjadi makanan favorit banyak orang. Ia memiliki sifat yang bisa mengenyangkan. Baik sebagai cemilan atau makanan pokok, entah itu direbus atau  digoreng seperti yang kau lakukan.

Saat ini, olahan ubi kayu telah jadi primadona tersendiri bagi pencinta gorengan. Keberadaannya sangat mudah ditemukan, mulai dari warung pinggir jalan, warkop, kafe hingga hotel.

Ubi kayu menjadi sumber karbohidrat yang besar. Cara mengonsumsi dan mengolahnya menjadi makanan cukup mudah.

Karena memang tanaman yang daunnya bisa jadi sayuran ini sebagian besar telah digunakan sebagai bahan pangan, pakan, dan bahan baku industri.

Sebagai bahan pangan, umbinya bisa saja langsung diolah setelah dicabut dari tanah. Tanaman ini juga mudah tumbuh dengan masa panen yang cukup cepat.

Di pasar tradisional umbi dan daun ubi kayu mudah ditemukan. Biasanya ditumpuk saja dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Selain digoreng seperti yang kau kirimkan fotonya, tanaman bernama latin Manihot esculenta juga biasanya dikukus lalu disantap sebagai pengganti nasi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2