TPA Antang Terbakar, Api Berhasil Dijinakkan

Klikhijau.com – Kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang Kota Makassar pada siang hari sekira pukul 12.30 WITA, Selasa (27/09). Si jago merah yang tetiba muncul di jam is...

TPA Antang Terbakar, Api Berhasil Dijinakkan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang Kota Makassar pada siang hari sekira pukul 12.30 WITA, Selasa (27/09).

Si jago merah yang tetiba muncul di jam istirahat dan menghanguskan area yang diperkirakan seluas 400 meter persegi.

Kobaran api sempat meluas, namun dengan sigap dapat dipadamkan berkat komunikasi dan kerjasama tim pengelola TPA dan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar.

Kepala Unit Pelakasana Teknis (UPT) TPA Tamangapa, Nasrun, mengatakan ketika terjadi kebakaran, pihaknya sedang istirahat tiba-tiba ada info dari belakang.

“Beberapa tengah melaksanakan shalat duhur dapat kabar dari yang berjaga kalau ada api di belakang. Upaya pertama pemadaman dilakukan dengan menggunakan peralatan seadanya, ember digunakan sebagai wadah air menyiram dan mencoba mencegah penyebaran api sambil menghubungi Damkar,” kata Nasruddin yang ditemui saat masih melakukan penjagaan, Selasa, (27/09/2022) malam, di gerbang TPA tepat jalan Borong  Jambu, Kecamatan Manggala.

“Bukan aktivitas warga yang memulung, karena jarak titik kebakaran dengan titik aktivitas itu berada jauh berkisar 200 meter. Di sisi lain itu area yang terbakar adalah zona tidak aktif, kita sudah lama melarang ada aktivitas memulung di area itu," bantah Nas, sapaan akrabnya.

"Kejadian munculnya api bukan kali pertama, seingat saya sudah 5 kali sejak saya bertugas di sini. Tidak dapat dipungkiri, gas metan yang berpapasan suhu di musim panas ini menimbulkan api, kemungkinan lainnya kalau bukan korek api bisa jadi baterai HP yang ikut diantara sampah lain," sambungya.

Merespons si jago merah selain dengan menyiramnya dengan peralatan seadanya turut didukung dengan excavator yang dikemudikan Rais bertaruh dengan skillnya pada ketinggian yang diperkirakan sekira 60 meter.

Nasrun sempat sedikit khawatir, di sisi lain ia mengaku bangga punya tim yang solid dan berani.

“Keberanian itu tentu didasari dengan penguasaan lahan sebagai poin penting yang mesti dimiliki pengelola, meski saya sempat menegurnya untuk mundur sejenak, keluar dari alat yang ia bawa, namun Rais lebih memilih bertahan, ia bersikukuh dengan alasan agar api tak menyebereang ke zona aktif, Alhamdulillah dari Damkar datang dengan cepat melakukan kerja keras dalam pemadaman,” cerita Nas.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2