Tolak Modernisasi, Ini 5 Suku yang Tetap Ramah Lingkungan di Indonesia

Klikhijau.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis. Suku etnis yang ada di Indonesia sendiri sebanyak 1.340 suku bangsa. Beberapa suku sendiri sangat menjaga kelestarian a...

Tolak Modernisasi, Ini 5 Suku yang Tetap Ramah Lingkungan di Indonesia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis. Suku etnis yang ada di Indonesia sendiri sebanyak 1.340 suku bangsa. Beberapa suku sendiri sangat menjaga kelestarian alam dan lingkungannya.

Suku-suku itu tetap masih menjaga kelestarian alam dan lingkungan dengan tidak menerima modernisasi yang masuk ke daerah mereka.

Nah, ada beberapa suku yang masih menjaga kelestarian lingkungan untuk mereka tinggali. Berikut beberapa suku di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Baduy, Banten

Suku Baduy sendiri berdiam di desa Kanekes, di kecamatan Luwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Suku ini terkenal dengan tidak menerima bentuk modernisasi dari luar. Itu terlihat dari tidak menggunakan produk-produk dari pabrik dan zat-zat kimia.

Dikutip dari Hipwee, Ada beberapa kebijakan adat yang diberlakukan di Baduy dalam, yang pertama adalah larangan panen setahun dua atau tiga kali karena masyarakat Baduy khawatir tubuh mereka akan terlalu kelelahan jika bekerja terlalu keras.

Lalu yang kedua adalah larangan menggunakan barang-barang hasil produksi pabrik, seperti sabun, shampoo dan pasta gigi. Bahkan penggunaan pupuk anorganik dan pestisida buatan pabrik juga dilarang di daerah ini.

Untuk mengakalinya, masyarakat Baduy menggunakan daun cicaang atau daun honje untuk keperluan mandi dan menerapkan pertanian organik. Baduy memiliki rumah adat bernama Sulah Nyanda.

2. Boti, Nusa Tenggara Timur

Suku Boti ini adalah suku asli pulau timor. Mereka juga tertutup dari peradaban modern dari luar. Dengan begitu suku boti tetap menjaga eksistensi kearifan lokal dan menjaga hubungan harmonis antara suku Boti dan alam.

Dipublish oleh Mongabay, bahwa ada peraturan adat yang melarang warganya untuk menebang pohon, jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

Melihat hal ini, maka tidak heran, apabila di dalam perkampungan Boti terlihat sangat teduh dan rindang. Ini berbeda sekali dengan daerah Nusa Tenggara Timur kebanyakan, yang kering dan gersang. Tidak hanya itu, kebersihan sangat dijaga di daerah ini.

Di dalam perkampungan Boti, terutama di dalam area kerajaannya, tidak ada tercecer sampah di jalanan. Hampir setiap saat, para perempuan Boti membersihkan tanah perkampungan dari sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2