Tolak Modernisasi, Ini 5 Suku yang Tetap Ramah Lingkungan di Indonesia

Klikhijau.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis. Suku etnis yang ada di Indonesia sendiri sebanyak 1.340 suku bangsa. Beberapa suku sendiri sangat menjaga kelestarian a...

Tolak Modernisasi, Ini 5 Suku yang Tetap Ramah Lingkungan di Indonesia
Bacakan Artikel

Suku Boti juga melarang untuk berburu hewan di kawasan perkampungan Boti. Ini untuk tetap menjaga kelestarian hewan dan tetap menjaga agar hewan tidak punah.

3. Korowai, Papua

Suku yang satu ini hidup di pedalaman Papua. Mendiami Distrik Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua. Suku Korowai juga dikenal dengan sebutan ‘suku orang pohon’.

Sama dengan sebutannya, mereka berdiam dan membuat rumah di atas pohon dengan ketinggian 50 hingga 60 meter.

Dikutip dari Travel.detik.com, bahwa rumah suku Karowai dibuat tinggi, karena selain untuk menghindari binatang buas, juga untuk menghindar nyamuk. Tentu saja juga untuk memantau musuh.

Selain rumah tinggi, di sana juga terdapat rumah panjang atau jew yang berfungsi untuk tempat berkumpul atau melakukan berbagai kegiatan bersama.

4. Sasak, Nusa Tenggara Barat

Suku ini suku asli pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat yang juga masih menjaga kearifan lokal yang ada.

Dengan konsep rumah yang dikutip dari Bobo.grid.id, bahwa rumah-rumah Suku Sasak di Desa Sade terbuat dari bambu dan kayu, serta atap dari bahan ijuk dan jerami.

Bentuk rumah-rumah ini juga sangat unik dengan struktur atap yang tinggi. Setiap rumah di Desa Sade hanya terdiri dari 2 bagian. Bagian depan untuk menerima tamu dan bagian belakang sebagai dapur yang posisinya lebih tinggi 2 anak tangga dari ruang depan.

5. Kajang, Sulawesi Selatan

Kajang adalah suku asli dari Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dikutip dari Goodnewsfromindonesia.id, Suku Ammatoa atau Suku Kajang ini adalah suku yang mencintai alam.

Kecintaan terhadap lingkungan dikarenakan Suku Kajang yang menganggap hutan selayaknya ibu sendiri, karena ibu adalah sosok yang dihormati dan dilindungi.

Ciri khas yang ada pada Suku Kajang ini adalah pakaian yang dikenakannya. Suku Kajang selalu menggunakan pakaian berwarna hitam dan tidak memakai alas kaki.

Jika ada wisatawan yang ingin berkunjung maka pakaian yang diwajibkan memakai pakaian berwarna hitam.

Menurut Suku Kajang warna hitam memiliki makna persamaan, persatuan dalam segala hal, dan kesederhanaan. Kesamaan yang terkandung dalam warna ini juga dalam menyikapi tentang kondisi lingkungan, terutama kelestarian hutan yang wajib dijaga karena merupakan sumber dari kehidupan.

Itulah 5 suku-suku di Indonesia yang tetap menjaga alam dan tempat mereka tinggal.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2