Tiga Opsi Penanganan Sampah Kota Makassar ala Komunitas Manggala Tanpa Sekat

Klikhijau.com - Masa depan Kota Makassar sangat bergantung pada niat dan tekad kita menyelesaikan masalah sampah hari ini. Kalimat itu dituturkan oleh Mashud Azikin, inisiator gerakan Manggala Tanp...

Tiga Opsi Penanganan Sampah Kota Makassar ala Komunitas Manggala Tanpa Sekat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Masa depan Kota Makassar sangat bergantung pada niat dan tekad kita menyelesaikan masalah sampah hari ini.

Kalimat itu dituturkan oleh Mashud Azikin, inisiator gerakan Manggala Tanpa Sekat (MTS). Suara lantang atas persoalan sampah Makassar, begitu membekas dalam 'Dialog Awal Tahun' yang di gelar MTS pada Jum'at malam (14/1/2022).

Jalan panjang penanganan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, turut disuarakan oleh Makmur. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Yayasan Pabbata Ummi, telah membina anak-anak pemulung di TPA Antang.

Kurang lebih 30 tahun, Makmur bergiat dan larut bersama para keluarga pemulung. Menurutnya, volume sampah yang masuk di sana setiap harinya mencapai 1200 ton. Dengan persentase 70 persen sampah organik dan 30 persen sampah plastik.

Upaya Makmur perlahan mulai memperlihatkan hasil dengan mengolah sampah plastik bekerja sama dengan Perkumpulan Pengusaha Plastik Limbah Indonesia ( P3LI). Kerja kerasnya ikut mengolah limbah plastik telah menghidupkan asa dan nilai ekonomis dari sampah.

Hal ini dipahami juga oleh Mashud. Menurutnya, lewat Manggala Tanpa Sekat, penguatan solidaritas warga dengan komunitas menjadi bentukan lain yang sevisi untuk menjadikan warga kota yang tadinya anonim, tanpa wajah menjadi komunitas yang berdaya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: