Tentang Suberin dan Cara Unik Tanaman Tomat Menghadapi Kekeringan

Klikhijau.com – Suberin adalah bagian tanaman yang penting. Tanpanya tanaman akan kehilangan banyak air. Biasanya, saat musim kemarau, akar tanaman menghasilkan suberin. Keberadaannya untuk menghal...

Tentang Suberin dan Cara Unik Tanaman Tomat Menghadapi Kekeringan
Bacakan Artikel

Pada tanaman tomat, peneliti menemukan bahwa suberin diproduksi di sel ektodermal, yang terletak tepat di bawah kulit akar. Perbedaan ini sebelumnya tidak dipahami dengan baik.

Namun, dengan adanya temuan tersebut menandai adanya kemajuan signifikan dalam penelitian pertanian dan potensi strategi ketahanan tanaman.

Studi yang dipimpin oleh Siobhan Brady, seorang profesor di Departemen Biologi Tanaman dan Pusat Genom UC Davis, dan sarjana pascadoktoral Alex Cantó-Pastor itu  menunjukkan bahwa suberin ektodermis memiliki fungsi yang mirip dengan suberin endodermal.

“Hal ini menambahkan suberin ektodermal ke dalam perangkat kami untuk membantu tanaman bertahan lebih lama dan mengatasi kekeringan,” kata Profesor Brady.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Plants itu  juga mengungkapkan bahwa tanpa lapisan pelindung ini, tanaman tomat menunjukkan penurunan ketahanan terhadap cekaman air.

“Ini hampir seperti teka-teki. Jika Anda dapat mengetahui sel mana yang memiliki modifikasi yang melindungi tanaman selama kondisi lingkungan sulit. Anda dapat mulai mengajukan pertanyaan seperti, jika Anda membangun pertahanan tersebut satu sama lain, apakah hal tersebut membuat tanaman lebih kuat?"

Berfokus pada dua gen, SIASFT dan SlMYB92, para peneliti melakukan eksperimen kekeringan. Gen-gen ini, yang satu merupakan enzim dan yang lainnya merupakan faktor transkripsi, sangat penting dalam produksi suberin.


Tim memulai dengan mengidentifikasi gen aktif pada sel eksodermis akar tanaman tomat. Setelah itu, pengeditan gen digunakan untuk membuat strain mutan yang tidak memiliki gen tertentu yang diyakini terlibat dalam produksi suberin. Hal ini mengarah pada identifikasi tujuh gen penting untuk deposisi suberin.

 Tanaman mutan, yang kekurangan gen yang dibutuhkan untuk produksi suberin, menunjukkan peningkatan kelayuan dan stres dalam kondisi kekeringan dibandingkan dengan tanaman normal yang banyak airnya.

“Dalam kedua kasus di mana terdapat mutasi pada gen tersebut. Tanaman akan lebih stres dan tidak mampu merespons kondisi kekeringan,” kata Brady.

 Setelah menetapkan efektivitas suberin dalam lingkungan yang terkendali, langkah berikutnya melibatkan pengujian lapangan.

 Profesor Brady dan timnya bertujuan untuk menerapkan pengetahuan ini untuk meningkatkan toleransi kekeringan pada tomat, sebuah langkah yang dapat merevolusi praktik pertanian.

“Kami telah berupaya mengambil temuan ini dan menerapkannya di lapangan untuk mencoba membuat tomat lebih toleran terhadap kekeringan,” simpul Brady.


Pilih Halaman:
  • 1
  • 2