TB dan Kawali Kolaborasi Mengawal Potensi Kopi Desa Kindang

Klikhijau.com - Kopi telah menjadi komoditi yang diburu. Peminatnya bertumbuh setiap hari. Pun mulai diolah tidak sebatas minuman saja. Perburuan kopi, khususnya sebagai minuman kadang terbentur pa...

TB dan Kawali Kolaborasi Mengawal Potensi Kopi Desa Kindang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kopi telah menjadi komoditi yang diburu. Peminatnya bertumbuh setiap hari. Pun mulai diolah tidak sebatas minuman saja.

Perburuan kopi, khususnya sebagai minuman kadang terbentur pada stok yang terbatas dan kualitas yang kurang memadai. Dua kendala ini, coba diurai oleh TB (tandabaca) dan Kawali dengan melaksanakan kegiatan bincang santai perihal kopi yang akan berlangsung sekali sepekan.

Bincang santai yang dikemas dengan nama NGOPI akronim dari Ngobrol Petani Kopi itu perdana dilakukan pada, Jumat, 24 Oktober 2025 malam di TB Desa Kindang.

Pemantiknya Andi Abdillah dan Rahmat Saleh. Keduanya merupakan pengelola usaha pemasaran dan pengelolaan kopi Kawali.

Dilla, demikian sapaan akrab Andi Abdillah yang menjadi pemantik pertama. Ia  mengantar petani kopi Desa Kindang bagaimana harusnya memperlakukan tanaman kopi, tidak sekadar tanaman, tetapi sebagai makhluk hidup.

“Kopi adalah makhluk hidup, seperti halnya manusia, ia juga harus diperlakukan dengan baik,” katanya.

Salah satu cara memperlakukan kopi dimulai dari budidaya hingga perawatan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Jika keduanya berjalan baik, maka hasil panen akan mengikuti.

“Kadang kan kopi tahun ini banyak buahnya, tahun depan turun, persoalan mendasarnya ada pada masalah budidaya dan perawatan,” jelas Dilla.

Antara harga dan kesibukan

Kendala lain yang dihadapi petani kopi Desa Kindang adalah persoalan harga, hal ini terungkap dari apa yang diutarakan Fikar, salah seorang petani yang saat ini mencoba mulai mengubah cara perawatan pohon kopinya.

Menurutnya, kenapa petani tidak terlalu fokus merawat pohon kopinya dan memilih muppulu sappung (petik rampas) karena harganya yang kadang rendah, sehingga harus mencari kesibukan lain untuk menutupi keperluaan ekonominya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2