Tarian dan Alat Musik dari Barang Bekas Warnai Pembukaan KMA Part IV KP2K
Klikhijau.com – Saat sedang berbincang dengan Pak Harun. Chat via WhatsApp dari Firman tiba. Sekretaris Umum Komunitas Pelajar dan Pemuda Kindang (KP2K) itu mengabarkan jika pembukaan kegiatan KP2K ha...
Klikhijau.com – Saat sedang berbincang dengan Pak Harun. Chat via WhatsApp dari Firman tiba. Sekretaris Umum Komunitas Pelajar dan Pemuda Kindang (KP2K) itu mengabarkan jika pembukaan kegiatan KP2K hari ini, Jumat, 25 Oktober 2024.
Kegiatan yang dimaksud Firman adalah Kemah Musik untuk Alam (KMA) Part IV yang acara pembukaannya dijadwalkan jam 9 pagi waktu setempat.
Saat chat Firman tiba, waktu baru menunjukkan jam 7 lewat 28 menit. Waktu masih merentang untuk bersiap-siap. Karenanya, saya dan Pak Harun, tetangga saya itu melanjutkan obrolan. Obrolannya random saja. Hingga Pak Harun pamit karena harus mengerjakan sesuatu.
Saya masuk ke rumah untuk bersiap-siap. Tapi, karena aroma kopi yang disangrai Ibu menggoda. Saya masuk ke dapur, membaui aromanya dari atas tungku.
[irp]
Sebelum jam 9, saya telah bergerak ke Lapangan Cibollo, Desa Kindang. Tempat KMA Part IV digelar mulai dari mulai tanggal 25-27 Oktober 2024.
Panggung terbuka, jejeran kursi dan tenda biru berbentuk terowongan yang disangga bambu menyambut setiap undangan.
Eka Rahmawati, selaku ketua panitia mengungkapkan, jika KP2K melalui kegiatan Kemah Musik untuk Alam menggelar sub kegiatan bertajuk KP2K Care, yang mengusung misi peduli lingkungan dengan menghubungkan nuansa alam dan kesenian.
“KP2K Care ini ditujukan kepada komunitas-komunitas sahabat, khususnya yang bergerak di bidang lingkungan, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam. Salah satu fokus utama KP2K Care adalah memperhatikan kondisi lingkungan di Kecamatan Kindang, di mana saat ini terdapat peningkatan pembukaan hutan untuk keperluan lahan. Melalui inisiatif ini, KP2K bersama komunitas terkait diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam di wilayah Kindang,” jelasnya.
[irp]
Tema yang diangkat pada KMA Part IV “Kembali Sikarannuang dalam Kesenian” menurut Eka memiliki makna yang luar biasa, sebab akan jadi jembatan silaturahmi antara pengurus, masyarakat, dan pemerintah setempat akan dapat terjalin dengan baik.
“Kegiatan ini murni kegiatan independent dari KP2K tanpa adanya unsur politik,” tegas Eka.