Taman Buru Ko'mara, Historiografi dan Keanekaragaman Hayatinya

Klikhijau.com – Taman Buru Ko'mara atau Komara merupakan kawasan konservasi yang ada di Kabupaten Takalar  Sulawesi Selatan. Kawasan ini dikenal memiliki nilai historis yang kuat tentang tradisi be...

Taman Buru Ko'mara, Historiografi dan Keanekaragaman Hayatinya
Bacakan Artikel

Masyarakat yang mendapatkan rusa secara diam-diam dan tidak dibagi-bagi akan terancam sanksi sosial jika ketahuan. Kaum bangsawan di masa itu juga sangat sering berburu jonga sebagai hiburan dan hobi.

Tak sekadar sebagai sumber makanan dan hiburan, daging rusa saat itu juga dinilai sangat mewah dan prestise. Rusa hasil buruan bahkan bisa dijadikan mahar pernikahan.

Dalam pertemuan atau semacam rapat khusus para bangsawan yang dinamai “tudang sipulung”, rusa dijadikan sebagai hiburan khusus. Acara ini digelar di sekitar kawasan Hutan Komara.

Pihak kerajaan membuat semacam arena khusus di depan baruga pertemuan. Beberapa ekor rusa yang gesit dilepaskan di arena lalu para bangsawan pemburu rusa yang dikenal dengan pajonga akan beraksi.

Perburuan dilakukan dengan menunggang kuda sambil memegang patado’ dan kentongan. Para pajonga dengan sigap akan mengejar rusa-rusa di area yang telah dibatasi.

Patado’ adalah semacam tali jerat yang disematkan di ujung tombak. Para pajonga’ akan mengarahkan tali tersebut ke leher rusa atau tanduknya. Rusa yang terjerat kemudian tidak bisa bergerak. Dalam sejarahnya, momen ini dilakukan tidak untuk membunuh rusa, tetapi sekadar sebagai momen hiburan para bangsawan.

Rusa di kawasan Komara mengalami penurunan populasi seiring dikenalnya senjata senapan, bersamaan dengan ditinggalkannya model perburuan tradisional. Perburuan rusa yang masif membuat rusa di kawasan ini, seolah tinggal kenangan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, sedang berupaya untuk menjadikan kawasan ini sebagai habitat rusa sebagaimana jejaknya di masa lalu.

Potensi keanekaragaman hayati

Populasi rusa di Taman Buru Ko'mara memang sudah sangat sedikit. Kawasan ini sejatinya merupakan habitat alami  Rusa Timor (Cervus timorensis), sebagai ikon utama. Di kawasan ini juga banyak dijumpai Babi hutan (Sus celebensis) dan Macaca maura yang oleh masyarakat sekitar kawasan dianggap sebagai hama pengganggu.


  • Potensi flora



Potensi flora di kawasan Komara termasuk sangat minim. Hal ini cukup paradoks mengingat, satwa utama yang ada yakni rusa adalah satwa herbivora alias pemakan tumbuhan.

Berikut beberapa flora yang ada di kawasan Taman Buru Komara: beringin, kemiri, bitti, ketapang, bambu duri, semak belukar, alang-alang, putri malu, jati, lento-lento, kenanga, mangga hutan, ebony dan lainnya.



  • Potensi fauna



Selain rusa sebagai satwa utama di kawasan ini, ada puluhan fauna lainnya yang juga bisa dijumpai. Berikut daftarnya:



























































































































































































Nama Indonesia Nama Latin
Babi hutanSus celebensis
Rusa TimorCervus Timorensis
Kera SulawesiMacaca maura
KelelawarPteropus vampyrus
TukusRatus ursinus
Raja udangHolcyon chloris
Rangkong SulawesiRhyticeros cassidix
Kangkareng SulawesiPenelopides exarhatus
KepodangOriolus chinensis
TekukurColumba liviadomestica
ClayHoliotus spp.
Ayam hutan merahGallus gallus
PuyuhTurnix sp.
PunaiTekeron sp.
Walet KuneletAerodramus vamcorenis
WaletCollocalia sp.
KepodangCaracina sp.
SriguntingDicrurus hottentottus
GagakCorvus macrorhynchus
KucicaCopsychus sp.
PergaumDuceula sp.
PutipiliTurena monodensis
Burung kepasRhipidura perlata
JalakStumus sp.
Burung maduNectaria sp.
Bandol hijauErychura prasina
BandolLachura malaca
Burung HantuBubo sp.
Burung Cabe
KutilangPycnotus aurigaster
ElangAccipiter sp.
Elang SulawesiSpizaetus lanceolatus
KadalMabuya sp.
Biawak air tawarVaranus salvator
Ular sawah/sawaPhyton reticulatus
Ular pucukDryophis prasinus
Ular tanahBoiga dendrophilla
BunglonGolatus sp.
TokekGecho-gecho
Cicak terbangDraco sp.
Kupu-kupuTroides sp.
Kupu-kupu mal (moth)Artiidae spp.
CapungOdonata spp.
KumbangDorcus sp.
CongretCicadidae spp.

Kawasan Taman Buru Ko'mara berjarak sekira 60 km dari Kota Makassar dengan durasi perjalanan yang dibutuhkan lebih kurang 1 jam. Rute perjalanan dimulai dari Makassar – Gowa – Palleko – Desa Barugaya. Demikianlah perkenalan dengan Taman Buru Komara, salam lestari!

*Sumber: Dokumen Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan KLHK (2018)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2