Talas Beneng, Tanaman Liar Pendongkrak Pendapatan Petani

Klikhijau.com – Talas beneng bisa jadi pangan alternatif. Memiliki nama latin Xanthosoma undipes. Merupakan  salah satu kekayaan sumberdaya nabati lokal Indonesia. Talas jenis ini banyak terdapat d...

Talas Beneng, Tanaman Liar Pendongkrak Pendapatan Petani
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Umbi talas ini sebagian terpendam di dalam tanah. Sebagian lagi muncul di atas permukaan tanah berntuk berbentuk batang, memanjang, kulit berwarna coklat, daging umbi berwarna kuning muda dan pada pinggir batang yang berumur 9 bulan dan 12 bulan terdapat umbi-umbi kecil menempel dengan akar serabut berwarna putih (Yuliani, 2013).

Mengenai ukurannya sendiri, talas ini dapat mencapai 30 kg dalam umur 2 tahun.  Panjang mencapai 1,2 -1,5 m, ukuran lingkar luar 50 cm serta berwarna kuning.

Talas ini memiliki pertumbuhan yang sangat mudah dan cepat sehingga sering dianggap tanaman penganggu. Namun, setelah diteliti rupanya kandungan nutrisinya memiliki kadar protein 6,29%, karbohidrat 84,88%, lemak 1,12%, pati 75,62%, dan kalori sebesar 374,69 kkal (Tuti Rostianti dkk, 2018)

Melihat  kandungan nutrisinya, maka dapat disimpulkan jika talas beneng sangat potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai macam produk makanan.

Saat ini pemanfaatannya masih  terbatas pada direbus, dibuat keripik, dan dibuat tepung, namun belum dikomersialkan dan dibuat industrialiasainya.

Namun ada banyak kendala untuk mengembangkannya  sebagai produk pangan di Indonesia. Karena jika dikonsumsi  tanpa pengolahan yang tepat dapat menyebabkan munculnya rasa gatal pada individu yang mengkonsumsi. Hal itu disebabkan karena  mengandung kristal kalsium oksalat.

Meski demikian, menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, pengembangan talas beneng merupakan langkah yang tepat. Karena  sangat berpeluang untuk mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani serta menumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2