Studi Global Ungkap Keterbatasan Adaptasi Pohon Hutan Terhadap Kekeringan Panjang

Sebuah studi global terbaru menunjukkan bahwa pohon-pohon di hutan tidak banyak beradaptasi terhadap kekeringan jangka panjang, meskipun mereka mampu mempertahankan fungsi internalnya, sehingga menempatkan mereka semakin dekat pada batas kerusakan.

Studi Global Ungkap Keterbatasan Adaptasi Pohon Hutan Terhadap Kekeringan Panjang
Ilustrasi hutan-foto/Unplash
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - "Pepohonan di hutan akan dapat beradptasi dengan baik saja saat menghadapi kekeringan panjang". Jika Anda di pihak yang beranggapan demikian. Berhentilah membenarkan anggapan itu. 

Sebuah studi global terbaru menemukan, meskipun pepohonan di hutan dapat mempertahankan fungsi internalnya selama periode kekurangan air, mereka tidak secara signifikan mengembangkan ketahanan yang lebih baik terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh kekeringan.

Temuan ini mengindikasikan bahwa pepohonan tersebut beroperasi semakin dekat dengan ambang batas kehancuran, sebuah kondisi yang memiliki implikasi serius bagi kelangsungan ekosistem hutan global di masa depan.

Studi yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari Kebun Raya Tiongkok Selatan (SCBG) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CAS) ini, menganalisis data dari 40 eksperimen yang dilakukan di berbagai lokasi hutan di seluruh dunia.

Hasil penelitian yang signifikan ini telah berhasil diterbitkan dalam jurnal ilmiah bergengsi, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), memberikan perspektif baru yang krusial tentang respons hutan terhadap perubahan iklim. 

Menggunakan air hujan

Untuk mendapatkan gambaran yang paling akurat mengenai respons pohon terhadap kekeringan dalam kondisi yang menyerupai lingkungan alami mereka, para peneliti menerapkan metode eksperimen yang inovatif.

Mereka memasang talang khusus di bawah kanopi hutan, dirancang untuk menampung sebagian air hujan sebelum air tersebut mencapai permukaan tanah dan diserap oleh akar pohon.

Pendekatan ini secara efektif mengurangi jumlah air yang tersedia bagi pohon tanpa perlu memindahkan pohon dari habitat aslinya atau mengubah kondisi lingkungan lainnya secara drastis.

Metode ini dinilai jauh lebih unggul dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang sering menggunakan tanaman dalam pot atau hanya membandingkan kawasan hutan dengan tingkat curah hujan alami yang berbeda.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2