Silakan “Nyontek” ke SMAN 3 Bantaeng yang Tuai Prestasi Melalui Sampah!
Klikhijau.com – Keresahan dan rasa miris kadang lahirkan ide tak biasa. Seperti yang dialami Sitti Tasniah dan suaminya, Muhammad Rusli. Keduanya adalah pembina Pramuka Sekolah Menengah Atas Negeri 3...
Klikhijau.com – Keresahan dan rasa miris kadang lahirkan ide tak biasa. Seperti yang dialami Sitti Tasniah dan suaminya, Muhammad Rusli. Keduanya adalah pembina Pramuka Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMAN 3) Bantaeng.
Ketika keduanya baru ditempatkan di sekolah tersebut, mereka resah dan miris melihat sampah plastik berserakan di area sekolah, baik di dalam maupun di luar sekolah
Karenanya, mereka berinisiatif menelurkan ide yang telah menggumpal di kepalanya. Caranya “sederhana”, keduanya mencanangkan Gerakan Pramuka Cinta Lingkungan.
[irp posts="3324" name="Eco Fiesta, Even Kreatif Kampanye Sadar Lingkungan bagi Murid-Murid SD"]
Dari gerakan itu, lahirlah kesadaran siswa, khususnya yang tergabung dalam anggota pramuka untuk membebaskan sekolah mereka dari jeratan sampah, khususnya sampah plastik.
Setiap pagi, istirahat, atau pulang sekolah, dewan pembina Pramuka SMAN 3 Bantaeng akan mengumpul sampah-sampah dari semua anggota pramuka di sekolah tersebut.
Sampah yang terkumpul kemudian disusun rapi agar tak berserakan, setelah terkumpul mereka lalu menjualnya. Untuk penjualannya sendiri, Pramuka SMA 3 Bantaeng bekerja sama dengan pembeli gelas plastik bekas.
[caption id="" align="aligncenter" width="650"] Sampah plastik yang dikumpulkan[/caption]
Hasil penjualan sampah plastik itulah yang membawa Pramuka SMAN 3 Bantaeng bisa mengikuti berbagai event kegiatan tanpa meminta dana dari sekolah.
[irp posts="2179" name="Ciptakan Rompi Anti Peluru dari Gebang, Armour Mike Harumkan SMAN 3 Denpasar"]
“September 2018 lalu kami pernah mengikuti lomba musikalisasi di Bogor, sebagian dananya dari hasil sampah,” ujar Tasniah bangga.
Juara 1 lomba musikalisai puisi di Bogor 2018 lalu[/caption]
Ide yang lahir dari keresahan dan rasa miris seperti yang dialami Sitti Tasniah, kiranya mampu menular ke sekolah yang lain, agar banyak sekolah merasakan “nikmatnya” sampah plastik
Jika hal itu terjadi, bukan hanya bisa membebaskan sekolah dari sampah, tapi juga bisa memakmurkan sekolah, termasuk guru honor. Sebab dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tak lagi keluar untuk membiayai kegiatan, jadi bisa dialihkan untuk “menggaji” honorer dengan layak.
[irp posts="2468" name="Respons Adiwiyata Sebagai Gerakan Nasional, Ini yang Dilakukan SDN 6 Kasuara Bulukumba"]