Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Inspirasi hijau

Kreatif! Berbekal Limbah Kulit Pisang, Sekolah di Batas Negeri Sabet Juara Asia Pasifik

Klikhijau.com - Sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah perbatasan Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia Pasifik. SMP IL Kapten Fatubaa, yang berada di Desa Fatubaa, Nu...

Oleh Tim Redaksi 09 Jul 2026 05:57 2 menit baca
Klikhijau.com - Sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah perbatasan Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia Pasifik.

SMP IL Kapten Fatubaa, yang berada di Desa Fatubaa, Nusa Tenggara Timur, dinobatkan sebagai Juara Utama AIA Healthiest Schools Competition 2026 setelah berhasil mengubah limbah kulit pisang menjadi es krim, kompos, dan pupuk cair yang memberikan manfaat bagi lebih dari 1.000 masyarakat.

Prestasi tersebut diraih setelah sekolah ini menyisihkan hampir 1.000 peserta dari sembilan negara Asia Pasifik dan membawa pulang penghargaan senilai US$40.000 yang akan digunakan untuk mengembangkan program kesehatan dan keberlanjutan di sekolah.

[irp]

Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, SMP IL Kapten Fatubaa merupakan sekolah yang berada di kawasan perbatasan Indonesia - Timor Leste.

Setiap hari para siswanya harus menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer melalui jalan berbatu dan menyeberangi sungai tanpa jembatan untuk mencapai sekolah. Di tengah keterbatasan tersebut, mereka justru melahirkan inovasi berbasis ekonomi sirkular yang kini menjadi inspirasi di tingkat Asia Pasifik.

[caption id="attachment_36151" align="alignnone" width="1886"] Siswa SMP IL Kapten Fatubaa, NTT -foto/Ist[/caption]

Melalui Huka Upcycling Project (HUP), para siswa mengolah limbah kulit pisang menjadi tiga produk bernilai ekonomi, yaitu es krim, kompos, dan pupuk cair. Program tersebut melibatkan guru, orang tua, petani, koperasi, hingga masyarakat di wilayah perbatasan dan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 orang.

[irp]

"Melalui AIA Healthiest Schools Competition, kami melihat bagaimana anak-anak muda mampu mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata. SMP IL Kapten Fatubaa menunjukkan bahwa inovasi sederhana dari komunitas lokal dapat menghasilkan dampak besar bagi kesehatan dan lingkungan," kata Stuart A. Spencer, Head Judge AIA Healthiest Schools Competition sekaligus Group Chief Marketing Officer AIA Group.

Keberhasilan SMP IL Kapten Fatubaa menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu lahir dari sekolah dengan fasilitas lengkap. Berangkat dari tantangan sehari-hari di wilayah perbatasan, para siswa mampu menghadirkan solusi yang menjawab persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.

Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak perubahan dan membawa inspirasi hingga tingkat regional.

[irp]

 
Topik terkait
#kulit pisang #persoalan lingkungan #ekonomi berkelanjutan #SMP IL Kapten Fatubaa #pupuk cair