Silakan “Nyontek” ke SMAN 3 Bantaeng yang Tuai Prestasi Melalui Sampah!

oleh -345 kali dilihat
Anggota Pramuka SMN 3 memilah sampah/foto-Sitti Tasniah

Klikhijau.com – Keresahan dan rasa miris kadang lahirkan ide tak biasa. Seperti yang dialami Sitti Tasniah dan suaminya, Muhammad Rusli. Keduanya adalah pembina Pramuka Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMAN 3) Bantaeng.

Ketika keduanya baru ditempatkan di sekolah tersebut, mereka resah dan miris melihat sampah plastik berserakan di area sekolah, baik di dalam maupun di luar sekolah

Karenanya, mereka berinisiatif menelurkan ide yang telah menggumpal di kepalanya. Caranya “sederhana”, keduanya mencanangkan Gerakan Pramuka Cinta Lingkungan.

KLIK INI:  Eco Fiesta, Even Kreatif Kampanye Sadar Lingkungan bagi Murid-Murid SD

Dari gerakan itu, lahirlah kesadaran siswa, khususnya yang tergabung dalam anggota pramuka untuk membebaskan sekolah mereka dari jeratan sampah, khususnya sampah plastik.

Setiap pagi, istirahat, atau pulang sekolah, dewan pembina Pramuka SMAN 3 Bantaeng akan mengumpul sampah-sampah dari semua anggota pramuka di sekolah tersebut.

Sampah yang terkumpul kemudian disusun rapi agar tak berserakan, setelah terkumpul mereka lalu menjualnya.  Untuk penjualannya sendiri, Pramuka SMA 3 Bantaeng bekerja sama dengan pembeli gelas plastik bekas.

Sampah plastik yang dikumpulkan

  Sampah plastik yang dikumpulkan

Hasil penjualan sampah plastik itulah yang membawa Pramuka SMAN 3 Bantaeng bisa mengikuti berbagai event kegiatan tanpa meminta dana dari sekolah.

KLIK INI:  Ciptakan Rompi Anti Peluru dari Gebang, Armour Mike Harumkan SMAN 3 Denpasar

“September 2018 lalu kami pernah mengikuti lomba musikalisasi di Bogor, sebagian dananya dari hasil sampah,” ujar Tasniah bangga,

Kebanggaan Tasniah terhadap anggota pramuka yang ia bina memang wajar, sebab dengan adanya kesadaran mengumpulkan sampah, ada dua hal yang mereka dapatkan, kebersihan lingkungan dan tak membebani sekolah masalah biaya kegiatan yang mereka ikuti.

Tasniah mengaku, tak mudah menyadarkan orang lain untuk cinta kebersihan dan lingkungan, khususnya memungut sampah, sebab ada saja yang “membully”

“Banyak rintangannya, termasuk dibully, dianggap anggota pramuka adalah generasi payabo, tapi tekad kami sudah bulat untuk berkontribusi terhadap lingkungan, sekecil apa pun itu” tegas Tasniah.

KLIK INI:  Geliat Positif dari Bank Sampah 'Butta Barakka' SD Inpres Pannara Makassar

Rintangan itu menjadikan Pramuka SMAN 3 Bantaeng tak patah asa, buktinya beberapa event mereka taklukkan tanpa dana dari sekolah, sebab dana yang mereka gunakan murni dari “nyampah”

juara 1 lomba musikalisasi puisi di Bogor

 Juara 1 lomba musikalisai puisi di Bogor 2018 lalu

Ide yang lahir dari keresahan dan rasa miris seperti yang dialami Sitti Tasniah, kiranya mampu menular ke sekolah yang lain, agar banyak sekolah merasakan “nikmatnya” sampah plastik

Jika hal itu terjadi, bukan hanya bisa membebaskan sekolah dari sampah, tapi  juga bisa memakmurkan sekolah, termasuk guru honor, sebab dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tak lagi keluar untuk membiayai kegiatan, jadi bisa dialihkan untuk “menggaji” honorer dengan layak.

KLIK INI:  Respons Adiwiyata Sebagai Gerakan Nasional, Ini yang Dilakukan SDN 6 Kasuara Bulukumba

KLIK Pilihan