Semakin Banyak Vegetasi di Daerah Perkotaan, Perilaku Kesehatan Anak Lebih Baik

Klikhijau.com – Semakin banyak vegetasi di daerah perkotaan akan lebih baik bagi kesehatan anak. Vegetasi sendiri merupakan kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan. Vegetasi adalah sekelompok  tumbuh...

Semakin Banyak Vegetasi di Daerah Perkotaan, Perilaku Kesehatan Anak Lebih Baik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Semakin banyak vegetasi di daerah perkotaan akan lebih baik bagi kesehatan anak. Vegetasi sendiri merupakan kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan.

Vegetasi adalah sekelompok  tumbuhan yang  tumbuh bersama-sama pada suatu tempat yang membentuk suatu kesatuan. Di mana setiap individunya saling tergantung satu sama lain yang disebut sebagai komunitas tumbuh-tumbuhan.

Sebenarnya bukan hanya vegetasi saja yang mempengaruhi kesehatan anak di daerah perkotaan. Namun, juga kepadatan bangunan dan fasilitas yang lebih tinggi dan juga  kepadatan penduduk yang lebih rendah  dan  tanpa jalan utama.

Semua itu telah  dikaitkan dengan perilaku kesehatan yang lebih baik pada anak-anak. Kesimpulan tersebut terdapat dalam  studi multikohort yang diterbitkan di  Environment International.

Studi tersebut dipimpin oleh Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) yang merupakan sebuah pusat yang didukung oleh Yayasan "la Caixa".

Menurut yang ditemukan studi tersebut, anak-anak yang tinggal dikelilingi oleh ruang yang lebih alami akan lebih  aktif secara fisik ,  menghabiskan lebih sedikit waktu melakukan aktivitas menetap, mendapatkan  lebih banyak jam tidur  dan lebih cenderung  berjalan atau bersepeda ke sekolah.

Terobosan baru

Apa yang dilakukan oleh ISGlobal merupakan sebuah terobosan. Karena selama ini sebagian besar penelitian hanya berfokus pada efek lingkungan perkotaan pada orang dewasa. Para peneliti hanya mempertimbangkan satu jenis paparan, tanpa mengaitkannya dengan faktor lain.

Studi terbaru itu menilai hubungan antara berbagai karakteristik lingkungan perkotaan dan kebiasaan sehat pada  1.581 anak berusia 6 hingga 11 tahun  dari enam kelahiran di Eropa.

Studi ini, berdasarkan proyek kolaboratif  Human Early-Life Exposome (HELIX), menggunakan data dari enam kelompok kelahiran Eropa, yakni:


  • Lahir di Bradford (BiB , Inggris Raya)

  • tude des Déterminants pré et postnatals précoces du développement et de la santé de l'Enfant ( EDEN , Prancis)

  • INfancia y Medio Ambiente (INMA , Spanyol)

  • Kelompok Kaunas (KANC , Lituania)

  • Studi Kelompok Ibu, Ayah dan Anak Norwegia (MoBa , Norwegia)

  • Kelompok Ibu-Anak di Kreta, (RHEA , Yunani)

Studi ini mencerminkan minat yang berkembang dalam menyelidiki  bagaimana lingkungan perkotaan. Telah berkontribusi terhadap perilaku tidak sehat pada anak-anak. Namun,  apakah perubahan dalam desain perkotaan dapat membantu mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat .

Untuk melakukan analisis, para peneliti memperkirakan  paparan 32 karakteristik lingkungan perkotaan  di dekat rumah dan sekolah anak-anak. Termasuk juga kepadatan lalu lintas di jalan terdekat dan keberadaan ruang hijau atau ruang biru (pantai, sungai, danau, dll.).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2