Selamat Berpuasa, Tetap Jaga Lingkungan dan Pola Konsumsi

Klikhijau.com – Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1442 H, semoga pintu-pintu kebaikan senantiasa terbuka buat kita semua. Ini adalah tahun kedua dimana kita melewati masa puasa di tengah pandem...

Selamat Berpuasa, Tetap Jaga Lingkungan dan Pola Konsumsi
Bacakan Artikel

Ambillah makanan secukupnya dengan tidak memperturutkan hawa nafsu, utamanya saat buka puasa. Sisakan sebagian untuk bernafas dan minum agar ibadah ramadhan dapat dijalankan dengan maksimal setelahnya.

Sebagai catatan, sampah makanan saat ini telah menjadi isu global. Padahal, sampah makanan dapat menghasilkan gas rumah kaca yang memperburuk lapisan ozon.



  • Mempertimbangkan nutrisi dan kualitas makanan



Ada baiknya kita tidak terjebak dengan selera “yang enak-enak” di bulan puasa. Nyatanya, hampir semua makanan yang tersedia dikepung oleh kandungan gula yang tinggi.

Oleh sebab itu, tetap penting mewaspadai makanan yang mungkin tak berdampak baik untuk kesehatan diri. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah ketercukupan nutrisi pada apa yang kita makan. Kedua, kualitas makanan itu sendiri.

Sebagai contoh, sayuran organik jauh lebih berkualitas dari sayuran yang ditanam dengan pupuk kimia dan pestisida. Begitu pula dengan buah-buahan lokal, tentu lebih baik dari buah impor.

[caption id="attachment_20340" align="alignnone" width="640"]Puasa ramah lingkungan Ilustrasi - Foto/ Markus Spiske di Unsplash[/caption]



  • Belanja takjil dengan wadah sendiri



Umumnya setiap ramadhan kita banyak belanja kue-kue atau takjil di sekitar rumah. Nyatanya, mayoritas penjual masih menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan. Ini tentu tak ramah lingkungan dan akan menghasilkan sampah.

Oleh sebab itu, pastikan kita berbelanja takjil dengan membawa wadah sendiri. Kelihatannya memang agak repot, namun cara ini dapat menghindarkan kita dari timbulan sampah baru.

Cara ini sekaligus dapat mengedukasi yang lainnya untuk sebisa mungkin tak menggunakan kantong plastik.



  • Buka puasa secara presmanan



Dalam masyarakat kita, sedari dulu sebenarnya terbiasa makan dengan prasmanan. Cara ini selain memperkuat persatuan dan kebersamaan, tentunya menghindarkan dari potensi sampah kemasan makanan.

Seiring pergeseran waktu, pola prasmanan semakin jarang dijumpai seiring massifnya kemasan plastik sekali pakai. Plastik agaknya mendidik kita untuk lebih praktis dalam urusan makan dan segala aktivitas. Namun, tanpa disadari betapa pola baru ini telah menimbulkan masalah serius yakni meningkatnya beban sampah.

Selain itu, kebiasaan makan dengan nasi bungkus/kotak membuat kesadaran lingkungan kita tergerus setiap saat. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya menggelar buka puasa bersama khususnya bila dilakukan di rumah atau di kantor dengan model prasmanan. Cara ini lebih minim sampah plastik.



  • Tetap bawa kantong belanja



Membawa kantong belanja saat ke pasar atau ke super market amatlah penting demi menghindari tumpukan plastik. Bila kita berbelanja setiap harinya dengan kantong belanja yang bisa digunakan berkali-kali, setidaknya kita meminimalisir antara 5 hingga 10 kantong kresek.

Kantong belanja yang selalu siaga juga bagian dari alarm dalam hati untuk tetap konsisten menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Itulah beberapa tips praktis yang bisa dijalankan untuk menjalani puasa penuh berkah dengan terap ramah lingkungan. Selamat berpuasa!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2