Selama Pandemi Masker dan Sarung Tangan Menjadi Bencana Ekologis

Klikhijau.com – Masker dan sarung tangan, dua barang yang dianggap penting untuk meredam Covid-19. Keduanya menjadi barang yang ‘wajib’ dipakai jika keluar rumah. Namun, yang paling dianjurkan adal...

Selama Pandemi Masker dan Sarung Tangan Menjadi Bencana Ekologis
Bacakan Artikel

Terjangan pandemi melahirkan kekhawatiran banyak pegiat lingkungan, salah satunya adalah pencemaran dari kedua benda itu (masker dan sarung tangan).

Bencana ekologis

Kedua benda ini dilaporkan telah memenuhi pantai-pantai dan selokan. Karena itu dilansir dari nationalgeographic, banyak  organisasi telah menyuarakan keprihatinan mereka mengenai lautan, sungai, dan selokan yang semakin dibanjiri masker wajah sekali pakai, sarung tangan lateks, botol penyanitasi tangan, sisa-sisa alat pelindung diri (APD), serta barang-barang nondaur ulang lainnya saat dunia bergulat dengan Covid-19.

[irp]

Penanganan sampah pelindung Covid-19 rupanya masih bermasalah. Hal ini dibuktikan  sekelompok konservasi laut dari Prancis, Opération Mer Propre.

Organisai tersebut dengan rajin dan tanpa kenal lelah, kerap mendokumentasikan  operasi pembersihan laut yang mereka lakukan di media sosial.

Nah, belum lama ini  kelompok tersebut melaporkan bahwa mereka melihat lebih banyak potongan APD di Laut Mediterania.

“Ini berita yang sangat mengkhawatirkan. Kami menemukan sampah-sampah baru terkait pandemi, terutama sarung tangan lateks,” ungkap Opération Mer Propre dalam akun Facebook mereka.

Pada tanggal 23 Mei lalu, saat melakukan pembersihan. Mereka menemukan masker di Laut Mediterania. Dan itu merupakan masker pertama yang mereka temukan, kemudian disusul dengan masker-masker yang lain tentunya.

“Ini baru permulaan, dan apabila tidak ada perubahan dalam menanganinya, maka sampah-sampah tersebut bisa menciptakan bencana ekologis dan kesehatan yang nyata,” paparnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: