Selama Pandemi Masker dan Sarung Tangan Menjadi Bencana Ekologis

Klikhijau.com – Masker dan sarung tangan, dua barang yang dianggap penting untuk meredam Covid-19. Keduanya menjadi barang yang ‘wajib’ dipakai jika keluar rumah. Namun, yang paling dianjurkan adal...

Selama Pandemi Masker dan Sarung Tangan Menjadi Bencana Ekologis
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Nah, belum lama ini  kelompok tersebut melaporkan bahwa mereka melihat lebih banyak potongan APD di Laut Mediterania.

“Ini berita yang sangat mengkhawatirkan. Kami menemukan sampah-sampah baru terkait pandemi, terutama sarung tangan lateks,” ungkap Opération Mer Propre dalam akun Facebook mereka.

Pada tanggal 23 Mei lalu, saat melakukan pembersihan. Mereka menemukan masker di Laut Mediterania. Dan itu merupakan masker pertama yang mereka temukan, kemudian disusul dengan masker-masker yang lain tentunya.

“Ini baru permulaan, dan apabila tidak ada perubahan dalam menanganinya, maka sampah-sampah tersebut bisa menciptakan bencana ekologis dan kesehatan yang nyata,” paparnya.

Harus diakui, banyak orang merasa telah aman dari ancaman sampah, termasuk sampah medis jika telah membuangnya ke lingkungan. Namun, tanpa disadari justru menimbulkan masalah baru, yang bisa saja lebih pelik dari masalah sebelumnya.

Masker dan sarung tangan lateks merupakan jenis sampah medis yang harus diperlakukan dengan benar. Sebab jika tidak akan sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Menyerang hampir seluruh dunia

Sampah sarung tangan lateks dan masker tidak hanya  di Eropa, beberapa kota di AS juga melaporkan bahwa selokan dan saluran air mereka tersumbat kedua benda penyelamat dari corona itu. Dan bahkan bisa saja telah menyerang seluruh dunia.

Meskipun belum ada data terkait masalah ini, tapi Associated Press sudah menghubungi 15 pejabat kota di AS dan mereka semua mengaku memiliki masalah yang sama mengenai penyumbatan saluran air setelah pandemi terjadi.

Sementara itu,  Enviromental Protection Agency AS merilis pernyataan yang meminta masyarakat untuk membuang alat pelindung diri dengan benar.

Salah satu permintaan itu adalah  tidak memasukkan tisu desinfektan, sarung tangan, masker atau limbah medis  ke lubang toilet. Juga agar tidak membuangnya ke tempat sampah daur ulang karena dapat terkontaminasi oleh patogen dan membahayakan kesehatan.

Selain itu, sejumlah organisasi daur ulang telah mendesak orang-orang untuk membuang masker dan sarung tangan dengan aman di tempat sampah umum.

David Biderman, Direktur eksekutif dan CEO Solid Waste Association of North America (SWANA) mengatakan,  Tidak ada seorang pun yang boleh membuang masker atau sarung tangan, di tempat parkir, atau melemparkannya ke semak-semak.

“Membuang sampah medis sembarangan dapat meningkatkan risiko paparan Covd-19 dan juga memiliki dampak negatif pada lingkungan,” ujarnya.

Hhmm, jadi bijaknya setelah sarung tangan lateks dan masker menyelamatkan nyawamu dari corona, maka saatnya kamu menyelamatkan lingkungan dengan tidak membuangnya di sembarang tempat.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2