Selain Turunkan Asam Urat, Kulit Melinjo Juga Cegah Penyakit Kronis

Klikhijau.com - Gnetum gnemon atau melinjo adalah tanaman yang terbilang cukup produktif. Kulitnya bisa dijadikan abon kulit melinjo. Setiap panen, melinjo bisa menghasilkan biji sebanyak 80-100 kilo...

Selain Turunkan Asam Urat, Kulit Melinjo Juga Cegah Penyakit Kronis
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Gnetum gnemon atau melinjo adalah tanaman yang terbilang cukup produktif. Kulitnya bisa dijadikan abon kulit melinjo. Setiap panen, melinjo bisa menghasilkan biji sebanyak 80-100 kilo gram.

Tanaman dari Asia Pasifik dan Asia Barat ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Terutama di Pulau Jawa dan Sumatera.

Kayunya dapat dipakai sebagai bahan papan dan alat rumah tangga sederhana. Daun mudanya digunakan sebagai bahan sayuran, misalnya pada sayur asem.

Bunga dan bijinya yang masih kecil-kecil maupun yang sudah masak dijadikan juga sebagai sayuran.

Di Indonesia, bijinya banyak diolah menjadi berbagai jenis makanan. Olahan yang paling terkenal adalah emping. Olahan ini terbuat dari biji melinjo yang ditumbuk, dikeringkan, kemudian digoreng.

Sementara, kulitnya kadang dijadikan sebagai tumisan, dicampurkan ke sayur berkuah, atau bahkan dibuang begitu saja.

Tanaman berbiji ini juga memiliki banyak manfaat. Sebuah penelitian mengungkap kulit melinjo mengandung berbagai komponen atau senyawa.

Kandungannya seperti beta karoten, fenolik, flavonoid, vitamin C, dan antioksidan. Selain itu, kulitnya juga mengandung mangan, tembaga, zat besi, zinc, dan potasium.

Berikut manfaat spesies tanaman berbiji terbuka berbentuk pohon ini.

# Menurunkan kadar asam urat

Meski banyak yang menganggap hoaks, kulit melinjo memang mengandung zat antioksidan yang menstabilkan kadar asam urat tubuh. Senyawa ini bertindak seperti obat asam urat jenis urikostatik, yakni allopurinol.

Obat ini menghambat kerja enzim xantin oksidase penyebab penumpukan asam urat yang mengakibatkan radang sendi kronis.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2