Selain Terkenal Cerdas, Ini 11 Fakta Tak Terduga Lainnya dari Rakun

Klikhijau.com - Rakun (Procyon lotor) adalah hewan penjelajah malam. Hewan yang terkenal cerdas ini memang aktif di malam hari. Di habitat aslinya, ia hidup di hutan, dekat sumber air, atau bahkan...

Selain Terkenal Cerdas, Ini 11 Fakta Tak Terduga Lainnya dari Rakun
Bacakan Artikel

Saat mencari makanan, hewan ini bisa mengacak-acak tong sampah bahkan mencuri makanan hewan peliharaan. Hewan ini termasuk sulit dihentikan, sebab ia bisa memanjat.



  • Memiliki Wajah Anti Silau



Rakun dikenal karena topeng wajahnya yang gelap dan mirip bandit. Salah satu teori mengapa rakun memiliki topeng adalah karena tanda gelap yang khas membantu menangkis silau matahari dan juga dapat meningkatkan penglihatan di malam hari.

  • Sangat Berguna


Rakun memiliki lima jari di kaki depan dan belakangnya. Kaki depannya sangat cekatan dan tampak serta berfungsi seperti tangan manusia yang ramping.

Ia menggunakan jari-jari kaki mereka yang lincah seperti jari untuk memegang dan memanipulasi makanan, serta berbagai benda, termasuk kait, tutup, stoples, kotak, dan gagang pintu.



  • Mengandalkan Diri Sendiri



Rakun umumnya adalah hewan soliter. Sebagai hewan nokturnal, mereka jarang keluar di siang hari, dan berusaha tetap dekat dengan sarangnya, hanya bergerak sejauh yang dibutuhkan untuk mendapatkan makanan dan minuman.

Kadang-kadang, sekelompok rakun betina menghabiskan waktu bersama, tetapi setiap betina akan memisahkan diri dari kelompok ketika tiba waktunya untuk berkembang biak dan membesarkan anak-anaknya.

Rakun betina tinggal bersama anaknya hingga berusia sekitar satu tahun. Rakun jantan dapat tinggal bersama betina hingga satu bulan sebelum berkembang biak, lalu berpisah setelah melahirkan anak-anaknya.



  • Suka Suasana Perkotaan



Menurut ahli zoologi Sam Zeveloff, jumlah rakun di daerah perkotaan dan pinggiran kota telah meningkat secara "menakjubkan" selama 80 tahun terakhir.

Karena sangat cerdas, rakun yang tinggal di kota mengembangkan keterampilan yang tidak dimiliki rekan-rekan mereka di pedesaan.



  • Memiliki Banyak Anak



Seekor betina rata-rata akan melahirkan tiga atau empat bayi.  Induk rakun sangat keibuan dan akan menyebabkan kerusakan besar jika dipisahkan dari anak-anaknya. Bayi-bayi rakun tinggal bersama induknya sepanjang musim dingin pertama mereka sebelum pergi sendiri.


  •  Membawa Ancaman Penyakit dan Parasit



Rakun dapat menularkannya rabies tanpa tanda atau gejala apa pun. Meski itu jarang terjadi.

Selain itu, rakun juga dapat membawa cacing gelang rakun, penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis.

Penyakit ini menyebar melalui konsumsi tanah atau bahan lain yang terkontaminasi feses rakun yang terinfeksi.  Hewan ini juga dapat membawa leptospirosis dan distemper.



  • Hewan Cerdas



Hal menarik dari rakun, ia dikenal sangat cerdas . Beberapa ilmuwan bahkan berpendapat bahwa kemampuan diskriminatif mereka setara, bahkan mungkin lebih unggul, dibandingkan kucing domestik.


  •   Tak Lepas dari  Ancaman



Menurut IUCN, rakun utara adalah spesies yang "beresiko rendah", dan jumlah populasinya terus meningkat.

Meskipun tidak ada ancaman besar bagi kelangsungan hidup rakun, mereka menghadapi bahaya. Mereka diburu untuk olahraga dan dijebak untuk diambil bulunya. Di daerah pinggiran kota dan dekat perairan, rakun merupakan salah satu korban tertabrak yang paling sering.

Selain itu, rakun sering diburu, dijebak, dan diracuni oleh pemilik rumah dan petani yang menganggapnya hama. Di lingkungan manusia lainnya, rakun dianggap sebagai pengendali hama.

Sahabat hijau itulah fakta tentang rakun, sebagaimana dilansir dari Treehugger.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2