Sejak Januari, 456 Orang Meninggal Dunia Akibat Bencana di Indonesia
Klikhijau.com - Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang rutin diterpa bencana. Nyaris setiap tahun kita melihat di layar gadget masing-masing bagaimana bencana yang datang silih berg...
Klikhijau.com - Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang rutin diterpa bencana. Nyaris setiap tahun kita melihat di layar gadget masing-masing bagaimana bencana yang datang silih berganti telah menimpa kehidupan saudara kita di belahan bumi nusantara lainnya.
Bencana yang disebabkan baik karena faktor geologis maupun karena campur tangan manusia telah merenggut ratusan nyawa masyarakat beserta ruang kehidupannya yang porak poranda dihantam bencana.
Bencana alam banyak terjadi di waktu awal-awal pergantian tahun. Selama beberapa bulan terakhir terhitung sejak Januari hingga 15 April 2021, BNPB mencatat telah terjadi sebanyak 1.125 bencana alam yang menimpa sebagian wilayah di Indonesia.
Sebagian besar dari bencana ini termasuk dalam jenis bencana ekologis yang baik secara langsung maupun tidak memiliki hubungan dengan tindakan manusia, seperti 476 kasus banjir, 308 puting beliung, 218 tanah longsor, 90 kasus kebakaran hutan, dan 15 gelombang pasang/abrasi.
Selain itu, terdapat juga bencana alam yang memiliki dampak kerusakan yang cukup besar, seperti fenomena gempa bumi yang terjadi sebanyak 17 kali di beberapa wilayah Indonesia.
Salah satunya yang paling dikenang di benak masyarakat Indonesia adalah gempa di Sulawesi Barat pada pertengahan Januari lalu yang merenggut nyawa 105 orang.
[irp]
Selama 4 bulan lebih bencana terjadi, tercatat sebanyak 475 warga merenggut nyawa akibat bencana alam dan ekologis.
Deretan bencana yang terjadi dan cukup banyak membawa kerugian jiwa dan material diantaranya bencana banjir dan tanah longsor di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat dan banjir bandang di NTT.
Bencana menjangkau lebih dari 4 juta masyarakat yang menderita dan terpaksa hidup di tenda-tenda pengungsian. Masyarakat yang terdampak bencana bertahan hidup dengan berharap kedermawanan dari donasi yang diberikan kelompok masyarakat lain.
Selain itu, bencana juga menyebabkan 12.895 warga yang luka-luka diterpa bencana. 60 warga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan keberadaannya.