Cerita Miris 2019, Jutaan Warga Sulsel Terdampak Bencana Ekologis

Klikhijau.com – Tahun baru 2020 tiba melanjutkan tahun 2019. Kedatangannya hanyalah melanjutkan perjalanan tahun-tahun sebelumnya. Yang pada akhirnya juga akan berakhir dan berlanjut ke tahun berikutn...

Cerita Miris 2019, Jutaan Warga Sulsel Terdampak Bencana Ekologis
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Tahun baru 2020 tiba melanjutkan tahun 2019. Kedatangannya hanyalah melanjutkan perjalanan tahun-tahun sebelumnya. Yang pada akhirnya juga akan berakhir dan berlanjut ke tahun berikutnya.

Setiap tahun yang berjalan, selalu saja meninggalkan pula catatan. Semisal yang menjadi cacatan Lembaga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Sulawesi Selatan.

Walhi melansir data sepanjang tahun 2019 dari 24 kabupaten kota. Hasilnya 20 di antaranya terdampak bencana ekologis dengan jumlah korban terdampak sebanyak 1.032.852 jiwa.

Direktur Eksekutif Walhi Sulsel Muhammad Al Amin mengungkapkan ada enam bencana ekologis yang sering dirasakan masyarakat di Sulsel sepanjang tahun 2019 yakni banjir, abrasi, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), longsor dan angin puting beliung.

"Dari bencana itu, kerugian materil pascabencana yang dialami penduduk secara total sebesar Rp 2,3 triliun lebih," ungkap Direktur Eksekutif Walhi Sulsel Muhammad Al Amin saat rilis catatan akhir tahun 2019 di Makassar, Selasa, 31 Desember 2019.

Data yang valid

Menurut Amin, data yang dikumpulkan dari beberapa sumber valid, untuk bencana banjir terjadi di 20 kabupaten kota.

Wajo merupakan kabupaten yang paling terdampak parah dengan korban sebanyak 52.112 ribu jiwa hingga merendam 8.504 hektare lahan persawahan dan perkebunan rakyat termasuk fasilitas publik lainnya.

Sementara Kabupaten Jeneponto yang juga diterjang banjir merusak 438 rumah warga, 85 jiwa mengalami luka-luka, 13 orang meninggal dunia dan empat orang hilang. Sedangkan di Kabupaten Maros, luas lahan persawahan yang terendam seluas 8.321 ribu hektare.

Untuk bencana tanah longsor tercatat jumlah masyarakat yang terdampak di Kabupaten Gowa sebanyak 3.041 jiwa, meninggal karena tertimbun sebanyak 55 jiwa.

Tidak hanya di Gowa, tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Enrekang dengan korban terdampak sebanyak 400 jiwa. 42 unit rumah rusak.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Luwu, sebanyak 40 jiwa yang terdampak dan 10 unit rumah rusak akibat tanah longsor.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2