Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Sawah Hilang di Kepala

Sawah Hilang di Kepala   ini kepala mulai pening tunggui rindu reda jauh pada jauh amuk aduk degup kupikir ayah telah ke sawah memburu tikus tunggui padi menguning besok lusa padi it...

Oleh Irhyl 26 Feb 2023 02:27 2 menit baca

Sawah Hilang di Kepala

  ini kepala mulai pening tunggui rindu reda jauh pada jauh amuk aduk degup kupikir ayah telah ke sawah memburu tikus tunggui padi menguning besok lusa padi itu tiada sawah itu kering rumah-rumah orang kota berdiri di sana pening ini sangat bengis serupa ditanami teori-teori dipaksa tumbuh di otak …….hebat katanya… ayah pergi ke sawah tak membawa cangkul ……ia hanya memakai sarung ibu tak bertanya ini pening kian rakus serupa tikus memanen padi ayah serupa orang kota memburu sawah ke pelosok kampung lalu menanaminya rumah …….barangkali aku sedikit muak.. …..atau rindu tiada reda sawah-sawah menghilang di kepala Makassar, 24/2/2014 [irp]

Tanjung Cinta

delapan atau sembilan tahun lalu perempuan itu temukan dirinya beraroma pohon delapan atau sembilan tahun lalu perempuan itu temukan dirinya berwajah mata air di sebuah kampung yang tak tertulis di peta ta’buakang terasa asing nama itu, bukan? di ujung kampung itu para pecinta menggelarinya tanjung cinta ricikan sungai serupa nyanyian sepi yang lara delapan atau sembilan tahun lalu seorang lelaki berwajah huruf temukan dirinya beraroma gunung delapan atau sembilan tahun lalu jalan pulang hilang dalam ingatan sungai mengeringkan dirinya sendiri batang pohon berpindah ke perut gunung berpindah ke laut delapan atau Sembilan tahun lalu kehidupan merayakan dirinya pada napas setiap orang [irp]

Kahayya

  ada setumpuk kisah kutemukan di matanya …serupa kisahku dalam kopi…. aku tatap matanya serupa kekasih ingin temukan rahasia kekasihnya aku temaninya berjalan telusuri kenangan menuju sebuah danau yang tak ditemukan di sebuah perkampungan paling ujung jalan setapak pemandangan hawa dingin setumpuk air mata ……kisah dalam kisah…. dua batang beringin awasi kami …..saksi bisu dalam mitos… aku lihat ia mengingat janji di beringin itu matanya berair doanya khusyuk ….ia serupa aku dalam luka cinta… aku lihat air mataku beradu diair Danau Kahayya aku lihat perempuan berkebaya kabut menghampiri dulu, aku terus berjalan ….hingga tiba di sebuah rumah panggung…. aku tak ketuk pintu seorang lelaki menyambutku ramah kuceritakan kisahku ….katanya kisahku mirip dengan kisahnya… seorang lelaki, pada sebuah senja datang ke rumah panggungku …..menceritakan kisahnya… kukatakan kisahnya mirip kisahku aku jadi lelaki yang kutemui itu aku jadi lelaki yang menemuiku aku jadi dua lelaki yang punya kisah mirip kisahku ini tentang kisah lelaki dengan kekasihnya …..yang bernama perempuan… yang berwajah gunung berparas pepohonan [irp]
Topik terkait
#puisi lingkungan #pendidikan lingkungan #kahayya #sastra dan lingkungan #sawah