Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Sampah-sampah di Kepala

Sampah-sampah di Kepala   di sepanjang jalan menuju matamu sampah-sampah berserakan tiga ekor bangkai tikus membusuk baunya menyerbu hidung jalan ke matamu tetiba sunyi aku memilih pul...

Oleh Idris Makkatutu 12 Feb 2023 02:10 2 menit baca

Sampah-sampah di Kepala

  di sepanjang jalan menuju matamu sampah-sampah berserakan tiga ekor bangkai tikus membusuk baunya menyerbu hidung jalan ke matamu tetiba sunyi aku memilih pulang sambil bersin dan muntah sampah-sampah berpindah ke kepala kepala jadi sampah sampah nyampah di kepala 2023 [irp]

Burung

  Pohon mangga di depan rumah itu di tebang semalam kata petugas, menghalangi aliran listrik pagi hari, burung-burung mematok kepala mengeluarkan otaknya untuk dicuci 2023 [irp]

Akar pada Napasmu

  ada kamu pada jalan panjang ini rawati tiap semai pohon kamboja aku akan menaman di kuburanku sendiri, katamu aku ingin burung-burung, serangga hidup dari makamku aku menatap matamu. rimbunan pepohonan tumbuh di sana akarnya adalah napasmu 2023 [irp]

Tagihan Listrik

  jalan-jalan telah bersih tak ada gulma berganti semen cor pohon trambessi berubah kayu bakar sepanjang malam, tak ada suara jangkrik (lagi) sepi menari-nari gerah menabok-nabok kipas angin terus berputar kepala puyeng tagihan listrik melompat-lompat girang 2023 [irp]

Piring Kosong

  selokan depan rumah mulai mengering padahal hujan baru saja tiris orang-orang memanggul cangkul ke ujung kampung mencari air sawah mengering piring kosong melompong 2023 [irp]

Bumi

  aku baru saja tiba di pelukmu tak ada lagi teduh matamu berubah kemarau pelukmu reranting patah aahh, bumi 2023 [irp]

Sawah Berwajah Sampah

  lamasi terus saja mencangkuli sawahnya seminggu ini ia tersenyum hujan tiba sawah tadah hujan bernapas ia terus saja mencangkuli sawahnya air datang dari selokan membawa semua jenis sampah lamasi tak menanami sawahnya dengan padi sampah telah tertanam di sana sangat subur 2023 [irp]

Kopi Ayah

  air dalam panci itu mengeruh semalam, ketika hujan sejam saja tebing di ujung kampung berpindah ke sungai ke mata air ke mata pencaharian ibu menyeduh air dari panci itu menuang ke dalam gelas memberinya gula putih mengaduknya, meletakkan di atas meja ayah tersenyum senang sekali “ada kopi susu,” ujarnya sambil memegang gelas itu 2023 [irp]

Begadangnya Burung-burung

  burung-burung semalam begadang beterbangan keliling kampung separuhnya masuk ke rumah …..ingin tidur… 0rang-orang berhamburan ke jalan kaget burung-burung terus beterbangan sejak pohon beringin di ujung kampung itu di tebang burung-burung mulai tak tidur 2023 [irp]

Matamu dan Kopi Terakhir

  aku baru saja tiba di rumahmu segelas kopi kau sajikan di atas meja seruputlah, pintamu aku menatap matamu hujan merintih-rintih di sana kenapa, tanyaku ini kopi terakhir, jawabmu aku menatap kopi itu kenapa, tanyaku tak ada lagi pohon kopi di kampung ini, jawabku air matamu tertuang ke dalam kopi kuseruput pelan, sangat pelan 2023 [irp]
Topik terkait
#sampah #puisi lingkungan #dunia puisi #sawah #puisi berdiksi alam