Sastra Hijau
Klikhijau.com merupakan media nasional berbasis online yang concern pada isu lingkungan, kehutanan dan gaya hidup ramah lingkungan. Selain menerbitkan artikel dan liputan, Klikhijau juga aktif dalam program edukasi dan pendampingan dalam upaya menguatkan literasi lingkungan dalam masyarakat.
Sorotan
Sebatang Pohon Mata
Ada cerita yang terangkai perlahan. Cerita tentang sebatang pohon yang tumbuh di mata seorang lelaki. Berbuah ribuan kunang-kunang dan setumpuk kisah cinta yang...
Seperti Pernah
Rumpun bambu itu telah ada, jauh sebelum Puang Lamintang lahir, lelaki paling tua di kampung itu. Tak ada yang tahu sejak kapan tumbuh. Tak ada juga saksi mata...
Dari ‘Sang Pemimpi’ Kita Tahu, Ujung Pertambangan adalah Sengsara
Klikhijau.com – Sang Pemimpi, telah menjadi salah satu novel yang menggugah kesadaran kita. Termasuk dalam hal pendidikan dan kesadaran lingkungan. Novel fe...
Pada Lorong di Kotamu
Pada Lorong di Kotamu aku jadi lupa lorong-lorong di kotamu lupa berapa detik lampu merah akan berubah hijau aku telah berubah asing pada kamu...
Nama pada Masa Depan
Di Gelas Teh Mana Kita Minum Kelak segelas teh menunggu di ruang tamu roti maros menanti kau cicipi ada aroma kampung halaman semalam puisi berc...
Meribang Sawah
Hatinya ditumbuhi duri-duri, menusuk-nusuk tidak berjeda. Pikirannya bercabang, dari cabang itu tumbuh tunas yang mengakar kuat mengusiknya. Tidak ada seutas be...
Menebar Pesan Menohok Botchan kepada Para Pemburu Satwa Liar
Klikhijau.com – Pesan kebaikan sesungguhnya bisa ditemukan di mana saja. Termasuk dalam karya sastra. Karena sifat sastra sendiri adalah penyampai pesan kepad...
Pengisap Ingatan
Kepalaku sedang dihuni banyak belatung. Mereka berkembang biak sangat cepat. Memakan semua kenangan dan ingatan di dalam otakku. Tak ada lagi ingatan yang bisa...
Perempuan yang Berjalan di Gelombang
Perempuan yang Berjalan di Gelombang tibalah daun itu pada kuncupnya. tebarkan hijau. tandai waktu kita berjalan terus ke rawa-rawa benamkan kaki d...
Kecamuk Cuaca
Kecamuk Cuaca Tuhan menciptakan matahari Yang setia menyambut pagi Dan tanaman padi Hijau sepanjang perjalanan tadi Telah lama terpenjara Manu...
Perempuan di Balik Purnama
Perkenalanku dengan Raka belumlah lama, seingatku ini belum genap tiga bulan. Meskipun aku sudah lama keluar masuk di kafe ini, tapi aku hanya mengenalnya sebat...
Menghidupkan Air
Mulutmu bergerak-gerak. Ia menatapnya. Kau lalu meniup air bening yang dituang di dalam gelas. Kau meniupnya tiga kali. Telapak tanganmu bertautan. Saling mengg...