RUPS BNI 2023: Alihkan Uang Kami dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan!

Klikhijau.com - Dalam Sustainability Report BNI pada 2022, bank itu mengklaim mendukung ekonomi rendah karbon dan ketahanan terhadap risiko krisis iklim. “Namun, realitanya tak seindah klaim yang d...

RUPS BNI 2023: Alihkan Uang Kami dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Dalam Sustainability Report BNI pada 2022, bank itu mengklaim mendukung ekonomi rendah karbon dan ketahanan terhadap risiko krisis iklim.

“Namun, realitanya tak seindah klaim yang diungkapkan,” ujar Ginanjar Ariyasuta, Climate Rangers Jakarta.

Ginanjar mendesak agar BNI tidak menjadikan green banking sekadar branding marketing hijau yang miskin substansi. Maka,  bertepatan dengan agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BNI, pihaknya mendesak BNI menghentikan pendanaan ke energi fosil, termasuk batu bara dan mengalihkannya untuk mendanai energi terbarukan.

Aktivis yang mendesak BNI dengan cara mengadakan aksi di depan Graha BNI itu antara lain, aktivis dari Climate Ranger Jakarta, 350 Indonesia, Koprol Iklim, Market Forces, Enter Nusantara, BEM FMIPA UI dan Jeda Iklim mengadakan aksi di depan Graha BNI.

“Kami mendesak BNI  mengalihkan uang dari energi fosil ke energi terbarukan.” tegas Ginanjar.

Sebelumnya, saat public expose pada September tahun lalu, BNI menyatakan akan membatasi pinjaman ke proyek batubara sebesar 2% dari seluruh kreditnya. Total kredit yang disalurkan BNI pada tahun 2022 mencapai Rp 646,19 triliun.

”Artinya, 2% dari total portofolio kredit BNI adalah sekitar Rp12,923 triliun masih digunakan untuk membiayai proyek batu bara. Hal ini tentu bertentangan dengan klaim BNI sebagai pelopor dari green banking” jelas Suriadi Darmoko, Campaigner dari 350 Indonesia.

Dibandingkan dengan sektor energi fosil, pendanaan BNI di sektor energi terbarukan masih lebih rendah, yakni sebesar Rp10,9 triliun.

[caption id="attachment_27896" align="alignnone" width="564"]BNI Aksi menolak destructive investmen ditujukan pada BNI - Foto: Ist[/caption]

“BNI sebagai Bank BUMN seharusnya menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam agenda transisi energi yang jadi prioritas pada G20 silam. Salah satunya dengan memindahkan uang dari sektor energi fosil ke energi terbarukan.” tegas Ginanjar Ariyasuta dari Climate Rangers Jakarta.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2