Rincian Lengkap Target Rehabilitasi Mangrove hingga 2024

Klikhijau.com – Percakapan saya dengan Alimuddin masih terngiang. Alimuddin telah berada di usia senja. Namun, masih kokoh ke laut mencari kerang. Di hari Sabtu, 2 Oktober 2021 lalu. Saya mengunjun...

Rincian Lengkap Target Rehabilitasi Mangrove hingga 2024
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Selain itu, langkah lain yang diambil adalah  penguatan organisasi kerja, inisiasi pembentukan DMPM atau Desa Mandiri Peduli Mangrove, dan pelaksanaan rehabilitasi mangrove seluas 29.500 ha.



  • Tahun 2022



Pada tahun 2022 mendatang, rehabilitasi mangrove yang masuk perencanaan seluas 228.200 ha. Untuk mewujudkan hal itu maka akan dilakukan penguatan terhadap rintisan DMPM pada tahun 2021, dan pembentukan DMPM baru sebanyak 50 Desa.

Di tahun yang sama pula (2022) akan dilakukan pula upaya-upaya koordinasi untuk mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dalam pengelolaan hutan dan lahan.



  • Tahun 2023



Program pada tahun 2023 yang akan dilakukan terkait rehabilitasi mangrove adalah membentuk  50 DMPM baru  secara bersamaan.

Langkah lain yang akan diambil adalah penguatan DMPM yang sudah ada, dan program integrasi rehabilitasi mangrove dalam pengelolaan hutan dan lahan mulai dilakukan.

Pada tahun 2023 mendatang, rehabilitasi mangrove ditargetkan mencapai luas  199.675 ha.



  • Tahun 2024



Pada tahun 2024 mendatang, program yang akan dilaksanakan adalah rehabilitasi mangrove seluas 142.625  ha.

Pada tahun itu, akan dibentuk lagi 50 DMPM baru. Sementara DMPM yang sudah ada akan semakin diperkuat.

Pada tahun 2024 itu pula integrasi rehabilitasi mangrove dalam pengelolaan hutan dan lahan telah tuntas terlaksana.

Jika apa yang diungkapkan oleh Satyawan benar-benar terwujud, maka kawasan pesisir Indonesia bisa terselamatkan dari abrasi pantai.

Tidak hanya itu, semakin banyak hutan mangrove yang tumbuh, maka lingkungan pesisir dan ekonomi masyarakat bisa terdongkrak.

Mangrove, tidak bisa dipungkiri, bukan hanya sebagai penyelamat ekologi, tetapi bisa pula menjadi penyelamat ekonomi masyarakat dan menyerap polusi.

Kawasan wisata mangrove telah menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Semakin ramai pengunjung, akan semakin baik pula manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

Mangrove juga bisa jadi “rumah” bagi bragam biota laut yang bisa dimanfaatkan pula oleh warga untuk mendongkrak perekonomiannya.

Namun perlu diingat, meski hutan mangrove tidak membawa manfaat secara ekonomi, tetapi kehadirannya tak akan sia-sia. Sebab manfaatnya secara ekologi tetap bisa dinikmati. Salah satunya menyelamatkan kawasan pesisir dari terjangan gelombang seperti yang diungkapkan oleh Alimuddin.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2