Sebanyak 20 Ribu Mahasiswa Unismuh Makassar akan Beribadah dengan Menanam Pohon

Publish by -71 kali dilihat
Penulis: Irhyl R Makkatutu
Rektor Unismuh Dr. Abd Rahman Rahim bersama Kepala Pusat P3E Suma, Dr. Darmansyah/foto-Irhyl

Klikhijau.com – Tanggal 10 Januari kemarin, diperingati sebagai Hari Sejuta Pohon Sedunia. Masyarakat, khususnya para pemerhati dan pecinta lingkungan memanfaatkan tanggal tersebut untuk berkampanye pentingnya peranan pohon bagi kehidupan ini.

Semangat Hari Sejuta Pohon itu menular ke mana-mana hingga sampai ke Universitas Muhammadiyah Makassar yang melakukan penanaman pohon pada hari ini Jumat, 11 Januari 2019.

Aksi penanaman pohon tersebut dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan  Pelatihan Universitas Muhammadiya (Unismuh) Makassar di Kabupaten Gowa bekerja sama dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma)

Program menaman 25 batang pohon selama hidup merupakan program pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017. Instruksi ini mewajibkan kita menanam dan memelihara sekurang-kurangnya 25 pohon selama hidup.

Angka 25 batang itu berasal dari 5 batang saat sampai jenjang SD, 5 batang SMP, 5 batang SMU, 5 batang perguruan tinggi, dan 5 batang saat menikah.

Bagi Rektor Unismuh Makassar, menanam pohon memang perlu digiatkan. Bukan karena  program pemerinta dan gerakan nasional, tapi menanam pohon juga merupakan ibadah.

Dalam sambutannya pada acara tersebut. Ia mengungkapkan ciri orang kaya di Arab Saudi bukan dilihat dari berapa Inova (mobil, red) terparkir di pekerangannya, tapi berapa pohon yang ada di halaman rumahnya.

Sebab pemeliharaan satu batang pohon di Arab Saudi selama setahun biayanya bisa seharganya dengan satu Inova.

“Kita bersyukur di Indonesia menaman dan memelihara satu pohon tidak perlu mengeluarkan biaya seharga satu Inova,” katanya

Unismuh menargetka menanaman pohon sebanyak 500 ribu batang pohon. Hal tersebebut terlihat mustahil, namun jika melihat potensi Unismuh Makassar yang memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 20 ribu lebih.

Maka hal tersebut tidak lagi terlihat mustahi ditambah dengan dosen dan karyawan yang mencapai seribu orang.

“Karena ini gerakan nasional dan program pemerintah, serta perintah Allah Swt dan anjuran Nabi untuk menjaga lingkungan hidup melalui kebiasaan menanama dan memelihara pohon. Bagi kami di Unismuh makassar ini adalah sebuah ibadah,” terang  Abd. Rahman Rahim.

Ia menambahkan untuk menggerakkan civitas akademik Unismuh Makassar tidaklah terlalu sulit karena hal tersebut dilakukan dipahami sebagai  gerakan ibadah, perintah Allah Swt yang tentu harus dilakukan.

Untuk memulai gerakan menanam 500 ribu batang pohon. Pihak Unismuh memulainya hari ini dengan  menanam sebanyak 300 batang pohon lebih dan akan terus dikembangankan. Baik di lahan-lahan Unismuh Makassar maupun di lahan masyarakat dan mahasiswa di mana pun berada.

KLIK INI:  Negara akan Beri Kompensasi pada Jasa Lingkungan, Begini Penjelasannya
Editor: Irhyl R Makkatutu

KLIK Pilihan!