Rakornas Pengelolaan Sampah 2026, Titik Terang Transformasi Sistem Pengelolaan Pampah Nasional

Klikhijau.com - Tanggal Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) memang telah berlalu, 21 Februari yang jatuh pada hari Sabtu lalu. Namun, napas HPSN tidak berhenti di tanggal itu. Banyak rang...

Rakornas Pengelolaan Sampah 2026, Titik Terang Transformasi Sistem Pengelolaan Pampah Nasional
Bacakan Artikel

Dengan proyeksi timbulan sampah nasional yang diperkirakan mencapai 146.780 ton per hari pada tahun 2029, diperlukan langkah kebijakan yang transformatif serta implementasi sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan terintegrasi.

Dalam kesempatan yang sama, KLH/BPLH juga merilis hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah untuk kabupaten dan kota se-Indonesia tahun 2025. Hasil penilaian menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun daerah yang berhasil meraih kategori Adipura Kencana maupun Adipura.

Sebanyak 35 daerah memperoleh penghargaan berupa Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih. Sementara itu, sebanyak 253 daerah masuk dalam kategori pembinaan dan 132 daerah masuk kategori pengawasan, terutama dikarenakan masih menerapkan praktik open dumping atau memiliki capaian pengelolaan sampah di bawah 25%.

“Untuk mencapai target pengelolaan sampah 100%, kita tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan dari pemerintah pusat. Keberhasilan upaya ini sangat ditentukan oleh komitmen yang kuat dari kepala daerah untuk memprioritaskan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis pengurangan di sumber. Pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh, namun tanpa komitmen yang kuat dari daerah, target ini akan sulit untuk tercapai,” tegas Menteri Hanif di hadapan sekitar 1.500 peserta yang menghadiri Rakornas.

KLH/BPLH menegaskan bahwa Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026 ini menjadi titik konsolidasi penting untuk memastikan bahwa transformasi sistem pengelolaan sampah nasional tidak hanya sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui aksi konkret, pengelolaan dengan sistem yang terukur, serta penegakan hukum yang konsisten—semua demi terwujudnya Indonesia yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2