Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Puisi Tentang Lingkungan dari 5 Penyair Dunia Paling Menyentuh

Klikhijau.com – Sesungguhnya para penyair tidak bisa lepas dari lingkungannya. Karenanya banyak penyair yang menulis puisi tentang lingkungan. Kata-kata yang tersusun dalam puisi memiliki daya magi...

Oleh Irhyl R Makkatutu 24 Apr 2020 00:02 6 menit baca
Klikhijau.com – Sesungguhnya para penyair tidak bisa lepas dari lingkungannya. Karenanya banyak penyair yang menulis puisi tentang lingkungan. Kata-kata yang tersusun dalam puisi memiliki daya magis tersendiri. Para penyair memilih diksi penuh kejutan. Menggunakan estetika bahasa yang menyentuh. Beberapa penyair dunia banyak menggunakan diksi-diksi alam dalam puisinya. Selain sebagai metafora, penggunaan diksi alam juga mengandung nilai estetika yang kuat. Berikut Klikhijau.com telah merangkum lima puisi tentang lingkungan dari penyair dunia. Puisi tentang lingkungan yang mereka tulis jika diselami lebih dalam, bisa melahirkan efek sadar lingkungan. Minimal sadar dengan cara menikmati keindahannya dan tidak merusaknya: [irp]
  • Pada Sebuah Senja di Langitku (Pablo Neruda)
Pablo Neruda, lahir di Parral, sebuah kota sekitar 300 km di selatan Santiago, Chili, 12 Juli 1904 – meninggal 23 September 1973 pada umur 69 tahun. Nama aslinya Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto. Neruda yang dianggap sebagai salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20, adalah seorang penulis yang produktif. Ia banyak menulis tentang alam dan laut. Pada 1971, Neruda dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra.  
Burung
  Hal ini dilepaskan dari satu burung ke burung lainnya, seluruh karunia hari. Hari pun pergi dari satu seruling ke seruling lainnya, pergi berpakaian vegetasi, dalam penerbangan yang membuka terowongan yang akan dilintasi angin menderu tempat burung-burung memecahkan udara padat biru – dan di sana, malam pun kembali. Ketika kembali aku dari banyak perjalanan, aku pun istirah dan hijau antara matahari dan geografi – kusaksikan bagaimana sayap bekerja, bagaimana parfum ditransmisi oleh telegraf berbulu, dan dari atas kusaksikan jalan, mata air dan atap-atap genteng, para nelayan dalam pelelangan mereka, celana-celana busa; kusaksikan semua itu dari atas langit hijauku. Tiada kupunya alfabet lebih selain beburung walet dalam kawanan mereka, betapa mungil, kemilau air dari burung mungil di atas kobaran api yang menari di luar serbuk sari. [irp]
  • Musim Bunga (Kahlil Gibran
Kahlil Gibran, bernama asli Gibran Khalil Gibran lahir di Lebanon, 6 Januari 1883 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48 tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon  
Musim Bunga
  Marilah, sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan, Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga dari lenanya dan kini mengembara menyusuri pegunungan dan lembah-lembah, Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, yang melangkaui Ladang-ladang jauh, dan mendaki puncak-puncak perbukitan Tuk menadah ilham dari aras ketinggian, Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan. Fajar Musim Bunga telah mengeluarkan pakaiannya dari lipatan simpanan, dan menyangkutnya pada pohon pic dan sitrus , dan mereka kelihatan bagai pengantin dalam upacara tradisi Malam Kedre.. Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan bagai kekasih Air kali pun lincah berlompatan menari ria, Di sela-sela batuan, menyanyikan lagu riang. Dan bunga-bunga bermekaran dari jantung alam, Laksana buih-buih bersemburan, dari kalbu lautan Kemarilah, sayang: mari meneguk sisa air mata musim dingin, dari gelas kelopak bunga lili, Dan menenangkan jiwa, dengan gerimis nada-nada Curahan simfoni burung-burung yang berkicauan dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan Mari duduk di batu besar itu, tempat bunga violet berteduh dalam persembunyian, dan meniru Kemanisan mereka dalam pertukaran kasih rindu.
  • Suatu Hari Masa Kanak-Kanakku (Rabindranath Tagore)
Ia adalah sastrawan Asia pertama yang mendapatkan anugerah Nobel Sastra pada tahun 1913. Itu artinya terjadi tiga belas tahun setelah Hadiah Nobel hadir. Dan tahun 1915 menerima gelar kebangsawanan sir dari kerajaan Inggris. Tagore meninggal tahun 1941. Rabindranath Tagore dilahirkan pada tahun 1861 di Calcuta, India. Berasal dari keluarga yang berkecukupan dan mencintai seni, membuat Tagore kecil akrab dengan sajak-sajak penyair India dan Persia.  
Suatu Hari Masa Kanak-Kanakku
  Suatu hari masa kanak-kanakku aku harus berpikir –di situ aku lepaskan sebuah kapal kecil di selokan. Itu bulan Juli musim hujan: Aku sendiri dan gembira dengan permainan itu. Aku renangkan kapal kecilku di selokan. Namun tiba-tiba petir menyambar langit begitu keras, angin datang dan meliuk deras. Sungai kecil mengalirkan air lumpur dan kapalku tenggelam. Dengan pikiran kalut, kegembiraanku berakhir karena badai datang. Semua kejengkelan terpendam dalam. Telah lewat hari bulan Juli suram itu: aku bayangkan semua permainanku yang telah sirna. [irp]
  • Negeri Para Peri (Edgar Allan Poe)
Lahir pada 19 Januari 1809, Edgar Allan Poe meninggal pada usia muda, 40 tahun, pada 7 Oktober 1849 lantaran sebab-sebab yang kurang jelas. Poe bukan saja termasyur sebagai penyair besar. Ia juga seorang cerpenis, kritikus sastra, editor dan salah satu pemimpin Gerakan Romantik Amerika. Ia juga dikenal sebagai salah satu pelopor penulisan cerita pendek di Amerika, dan perintis karya fiksi detektif dan kriminal.  
Negeri Para Peri
  Lembah yang suram dan banjir yang kelam Dan langit berawan seperti tertumpuk batang-batang pohon Kepada kita yang tidak menemukan wujud Dari air mata yang berderai hingga habis Bulan penuh di sana membesar dan menyusut Lagi, lagi dan lagi Setiap saat, ketika malam Selalu ada pertukaran tempat Dan mereka memadamkan sinar bintang dengan napas dari wajah-wajah pucat mereka Tentang panggilan bulan yang keduabelas Satu lagi, sesuatu yang setipis sarang-sarang lebah yang terbaring Suatu yang indah, di atas kesengsaraan, mereka menjelma lebih indah Menurun, terus ke bawah, dan semakin rendah Dengan pusatnya adalah pucak Tempat tertinggi pada sebuah lembah Walaupun ada lingkaran yang luas Dalam tirai yang mudah runtuh Di atas pondok-pondok, memenuhi ruang-ruang Di mana pun mereka berada Dalam hutan yang tak dikenal, dan di dalam lautan Dengan tenaga yang memenuhi sayap-sayapnya Dengan segala yang membuat kantuk Dan sesuatu yang cukup untuk mengubur mereka Dalam labirin cahaya Kemudian, sangat dalam! dalam sekali! Terserap hasrat dalam tidur mereka Pada suatu pagi mereka hadir Dan menyembunyikan kelinglungan mereka Membumbungkannya tinggi-tinggi ke langit Dengan angin sekencang gerakan mereka Seperti itu, hampir tak tampak apa pun Atau seperti sebuah gerakan elang laut berbulu kuning Mereka hanya mengandalkan bulan Untuk arti yang sama dari sebelumnya Yaitu sebuah tempat tinggal Yang kupikir terlalu berlebihan Bagaimanapun mereka terlalu kecil Hingga hujan memecahkannya Dari sekumpulan kupu-kupu itu Dari bumi, yang terlihat sebagai langit Dan, kembali menurun, lebih ke bawah Tidak pernah puas akan sesuatu! Sambil membawa seseorang Di atas sayap mereka yang gemetar (1831)
  • Di Dalam Hutan (Osca Wilde)
Namanya Oscar Fingal O’Flahertie Wills Wilde, lahir 16 Oktober 1854 di Dublin, Irlandia dan meninggal November 30, 1900 di Paris, Perancis Wilde adalah kedua dari tiga anak. Orang tuanya adalah Sir William Wilde dan Jane Wilde, keduanya adalah intelektual (ayahnya adalah seorang ahli bedah dan ibunya menulis).  
Di Dalam Hutan
  Dari pertengahan senja di hutan Sampai fajar di padang rumput Dengan kaki berwarna gading dan mata cokelatnya Faun melintas bagai kilat! Dia lewat di sepanjang belukar yang menyanyi Dan bayangannya terus menari-nari Dan aku tak tahu yang mana sebaiknya kuikuti Bayangan atau nyanyian! O pemburu, jerat aku dalam bayangannya! O Seekor burung bulbul, tangkap aku dengan suara nyaringnya! Ketidakwarasan lain karena musik dan kegilaan ini Aku mengikuti jejaknya dalam kesia-siaan Nah, itulah puisi tentang lingkungan yang berhasil Klikhijau.com rangkum dari berbagai sumber. Selamat membaca [irp]