Waspada Ancaman Mikroplastik, Peneliti Menemukannya dalam Tubuh Manusia

Klikhijau.com – Ancaman mikroplastik semakin nyata dan bergerak liar.  Ia  menempati hampir semua tempat, termasuk laut terdalam di dunia. Bahkan, pernah ada penelitian yang menemukan mikroplastik...

Waspada Ancaman Mikroplastik, Peneliti Menemukannya dalam Tubuh Manusia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Kita bisa menemukan plastik yang mencemari lingkungan pada setiap lokasi di Bumi. Dalam beberapa dekade, kita melihat plastik yang tadinya sangat bermanfaat, kini menjadi ancaman,” katanya.

Rolsky juga menuturkan bahwa ada bukti bahwa plastik bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Pada titik ini, manusia tidak tahu apakah plastik hanya sekadar mengganggu atau benar-benar membahayakan kesehatan.

Tentang mikroplastik dan nanoplastik

Mikroplastik sendiri didefinisikan sebagai pecahan plastik berukuran kurang dari lima milimeter. Sementara nanoplastik lebih kecil, dengan ukuran diameternya kurang dari 0,001 milimeter.

Saat peneliti menemukan mikroplastik pada feses manusia pada tahun 2018. Padan saat itu mereka mulai curiga, jika  partikel mikroplastik terkecil mampu memasuki aliran darah, sistem limpa, dan mungkin hati manusia.

Kurang lebih 2 tahun kemudian, kecurigaan itu terbukti  karena untuk pertama kalinya ditemukan mikroplastik dan nanoplastik secara langsung pada organ dan jaringan manusia. Tentu itu kabar yang mengejutkan.

Penemuan mikroplastik dan nanoplastik tersebut  dipresentasikan pada American Chemical Society (ACS) Fall 2020 Virtual Meeting & Expo, Senin, 17 Agustus 2020.

Pada saat presentasi itu, para   peneliti mengatakan, mereka menggunakan teknik pencitraan spektrometri μ-Raman untuk mendapatkan hasil penelitiannya.

Apakah mikroplastik berbahaya? Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak ada bukti yang menunjukkan masalah ancaman mikroplastik dalam air minum pada kesehatan manusia.

Namun, meski begitu, WHO menambahkan bahwa kesimpulan tersebut hanya terbatas pada jumlah informasi yang tersedia saat ini.

Konsumsi plastik yang semakin massif menjadi salah satu penyebab adanya mikroplastik dan nanoplastik. Apalagi sampah plastik yang dibuang di sembarangan tempat.

Penemuan itu jadi bukti nyata betapa semakin liarnya pergerakan mikroplastik dan nanoplastik. Keduanya tidak hanya mengancam lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan manusia. Keduanya telah menjadikan pula tubuh manusia sebagai ‘rumah’.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2