Tentang Tanagupa yang Jadi Rumah Baru bagi Jala

Klikhijau.com – Jala kini memiliki rumah baru di Kalimantan Barat. Tepatnya di Taman Nasional Gunung Palung atau jika disingkat menjadi Tanagupa. TN ini telah menjadi kawasan konservasi di daerah K...

Tentang Tanagupa yang Jadi Rumah Baru bagi Jala
Bacakan Artikel

Lalu pada tanggal 24 Maret 1990, dengan berpedoman pada perubahan pandangan tentang konservasi. Maka pada puncak acara Pekan Konservasi Alam Nasional III, kawasan Suaka Margasatwa Gunung Palung dinyatakan sebagai taman nasional dengan nama Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Rumah baru Jala

Kawasan seluas itu, kini menjadi rumah bagi bagi Jala. Jala adalah seekor orangutan jantan liar dewasa.

Jala diselamatkan oleh  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Yayasan Palung dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Penjalaan, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU),  dan  Yayasan IAR Indonesia.

Penyelamatan  dan translokasi tersebut bisa terlaksana karena adanya  laporan dari masyarakat tentang keberadaan orangutan. Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Jala terjebak di kebun warga. Setelah mendapat laporan, prtugas kemudian menyelamatkan Jala lalu ditranslokasi atau dipindahkan  ke kawasan hutan Tanagupa.

Translokas itu berada tepat di  wilayah Resort Batu Barat, Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Dipilihkan kawasan tersebut karena dianggap memiliki tingkat keamanan yang tinggi, memiliki tumbuhan pakan yang melimpah, kerapatan individu orangutan yang masih rendah, dan jauh dari pemukiman.

Translokasi yang kedua

Keputusan tersebut diambil setelah diadakan  survei dan kajian kelayakan habitat.  M. Ari Wibawanto selaku Kepala Balai Tanagupa mengatakan, kegiatan translokasi orangutan ke Tanagupa pada tahun 2021 ini merupakan upaya yang kedua kalinya.

Sebelum Jala ditranslokasi ke rumah barunya. Pada bulan April 2021 lalu telah dilakukan juga translokasi seekor orangutan jantan liar dewasa ke lokasi serupa.

"Kami akan tetap memonitor pergerakan orangutan tersebut selama berada di kawasan Gunung Palung dan memastikan dapat hidup aman, baik dan sehat” ujar Ari belum lama ini.

Sementara itu, Indra Exploitasia selaku Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan, upaya-upaya yang terbaik telah dilakukan oleh pemerintah untuk menjamin keberlangsungan hidup orangutan.

Ia menambahkan bahwa saat ini pemerintah telah menetapkan beberapa areal di luar kawasan hutan sebagai kantong-kantong baru bagi habitat orangutan.

“Dengan adanya kantong kantong baru tersebut dapat menjaga keberlangsungan hidup dan keberadaan satwa endemik Indonesia ini,” harap Indra.

Penyelamatan orangutan memang perlu. Apalagi orangutan merupakan satwa endemik Indonesia. Tentu kita tidak ingin satwa ini hanya menjadi dongeng bagi generasi mendatang.

Orangutan adalah bukti kekayaan keanekaragam hayati Indonesia yang patut dijaga, dilestarikan dan menjadi kebanggaan bangsa tercinta ini.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2