Temuan Baru Manfaat Kulit Daun Lidah Buaya, Dapat Sejahterakan Petani

Klikhijau.com – Lidah buaya sejak dulu dikenal memiliki banyak manfaat. Tanaman ini banyak dimanfaatkan, khususnya di dunia kecantikan. Umumnya yang dimanfaatkan adalah gel atau dagingnya. Sedangka...

Temuan Baru Manfaat Kulit Daun Lidah Buaya, Dapat Sejahterakan Petani
Bacakan Artikel

Sementara dalam skala industri, kulit daunnya diolah sebagai limbah pertanian dan digunakan dalam pembuatan biomassa . Karena memiliki kemampuan untuk memperbaiki kualitas tanah di perkebunan lidah buaya.

Ini bukan sepenuhnya tanpa konsekuensi lingkungan, namun, karena ketika limbah pertanian membusuk, ia melepaskan metana dan gas rumah kaca pencemar lainnya ke atmosfer, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim .

“Dengan menciptakan insektisida yang menghindari bahan kimia sintetis yang berbahaya dan beracun.  Kami dapat membantu bidang pertanian,” kata Bandyopadhyay, seperti dilansir Earth.com.

“Tetapi jika kulitnya menunjukkan aktivitas anti nyamuk atau anti kutu yang baik, kami juga dapat membantu masyarakat umum.”


Bandyopadhyay telah melihat potensi mendaur ulang kulit lidah buaya dan menjadikannya pestisida alami. Hal itu dapat membantu petani di tempat-tempat seperti India, Afrika, dan sebagian Amerika yang beriklim tropis dan subtropis, kata siaran pers tersebut.

Pengembangan pestisida juga bisa berarti metode pembuangan alternatif untuk kulitnya yang tidak hanya ramah lingkungan. Namun,  juga memberikan sumber pendapatan lain bagi produsen lidah buaya.

“Tujuannya adalah mendaur ulang limbah ini dengan cara yang bermakna sekaligus membuat produksi lidah buaya lebih hijau dan berkelanjutan,” kata Bandyopadhyay dalam siaran persnya dinukil dari Ecowatch.

Dalam studi mereka tentang sifat insektisida potensial kulit lidah buaya. Bandyopadhyay dan tim peneliti memulai dengan mengeringkan kulitnya pada suhu kamar dalam gelap untuk menjaga bioaktivitas tanaman tetap utuh.

Mereka kemudian menghasilkan berbagai ekstrak menggunakan diklorometana (DCM), heksana, metanol, dan air. Temuan bahwa ekstrak heksana mengandung senyawa bernama octacosane yang diketahui memiliki khasiat membunuh nyamuk telah dilaporkan sebelumnya oleh tim peneliti.

DCM ditemukan sebagai insektisida yang lebih efektif daripada ekstrak heksana dalam percobaan yang lebih baru, sehingga tim memutuskan untuk menganalisisnya lebih lanjut.

Tim menemukan lebih dari 20 senyawa yang terkandung dalam kulit lidah buaya. Banyak diantaranya terbukti memiliki manfaat kesehatan antijamur, antibakteri, atau lainnya.

Mereka juga menemukan bahwa enam senyawa – arjungenin, dinoterb, octacosanol, nonadecanone, subenniatin B dan asam quillaic – memiliki sifat insektisida. Senyawa itu juga tidak beracun, sehingga tidak menimbulkan masalah keamanan yang signifikan.

Selanjutnya, peneliti akan melakukan uji lapangan untuk melihat bagaimana senyawa insektisida tersebut bekerja melawan serangga pemakan tanaman pertanian.

Bandyopadhyay dan beberapa rekannya sedang menyelidiki apakah senyawa tersebut memiliki sifat anti kutu atau anti nyamuk yang berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan repelan bagi konsumen.

“Jika kulitnya menunjukkan aktivitas anti nyamuk atau anti kutu yang baik, kami juga dapat membantu masyarakat umum,” terang Bandyopadhyay.

Sumber: Ecowatch

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2