Telor Keong Mas, Probiotik Ramah Lingkungan Pendongkrak Hasil Pertanian

Klikhijau.com - Keong mas hidup di sawah yang penuh air. Mereka berkembang biak dengan pesat. Keong mas ini mudah ditemukan menjelang padi mulai tumbuh. Keong mas termasuk dalam kelompok mollusca,...

Telor Keong Mas, Probiotik Ramah Lingkungan Pendongkrak Hasil Pertanian
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Tidak perlu kawatir lagi untuk gagal. Pembuatan probiotik menggunakan telur keong mas dijamin 100% berhasil. Perubahan warna akan terjadi seketika.

Mudah cara membuatnya

Hal ini disebabkan karena telur dari keong mas sudah mempunyai pigmen warna merah. Waktu proses fermentasi cukup 1 minggu. Tidak ada waktu kadaluarsa. Bahkan jika disimpan dalam jangka waktu lama akan lebih baik sepanjang bakteri di dalamnya masih hidup.

Cara membuatnya sangat mudah, yaitu dengan menambahkan 2 sendok molase/gula aren ke dalam botol yang berisi kurang lebih 2 ribu butir telur keong mas yang kemudian dilarutkan ke dalam air. Selanjutnya gantunglah wadah di tempat yang terkena sinar matahari. Hanya dalam 1 minggu pupuk penyubur tanaman dari telur keong mas ini sudah dapat diaplikasikan ke tanaman.

Probiotik ini dapat mengurangi hidrogen sulfida (H2S) di dalam tanah, yang membantu akar tanaman agar tumbuh dengan baik dan membuat tanaman makan lebih banyak pupuk.

Mengurangi biaya penggunaan pupuk kimia hingga 50%.  Membantu meningkatkan kualitas hasil panen setidaknya 30% karena tanaman memiliki kemampuan untuk menyerap pupuk lebih baik, membantu tanaman yang kuat dan tahan penyakit.

Sel mikroba fotosintetik terdiri dari sekitar 60 persen protein, yang terdiri dari semua asam amino esensial. Ini juga mengandung vitamin dan mineral seperti B1 B2 B6 B12, asam folat, vitamin C, vitamin D, vitamin E dan masih banyak lagi manfaatnya. (Facebook. Tri Anto, 2020)

Penyemprotan bisa dilakukan 2-5 hari sekali untuk tanaman buah dan sayur dengan dosis mulai dari 150 - 200 ml/tangki.  250 - 300 ml/tangki untuk tanaman palawija dengan rentan waktu 7-10 hari sekali. Semprotkan ke tanaman pada masa vegetatif (awal pertumbuhan) dan tambahkan dosis pada masa generatif (masa pembuahan).

Pemanfaatan limbah ataupun bahan yang tak terpakai untuk pembuatan pupuk alami. Hal ini dapat menjadi solusi dari mahalnya pestisida kimia. Tidak ada residu yang dapat membahayakan sekitar.

[caption id="attachment_18056" align="aligncenter" width="650"] Cabai yang disemprot probiotik telur keong mas/foto - Mardia[/caption]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2