Suara Perempuan Nusantara Tegas Tolak Tambang Pasir Laut dan Reklamasi

Klikhijau.com - Bertempat di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Walikota Makassar, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan bersama dengan BothENDS dan GAGGA gelar diskusi publik....

Suara Perempuan Nusantara Tegas Tolak Tambang Pasir Laut dan Reklamasi
Bacakan Artikel

Aklima, Perempuan Pesisir Pasar Seluma, Bengkulu, menjelaskan bahwa tambang pasir besi masuk ke daerahnya sejak tahun 2010 dan sangat terasa dampaknya.

"Tambang pasir besi ini sangat berdampak bagi kehidupan nelayan, pencari udang, kepiting, dan remis. Padahal daerah kami itu merupakan daerah rawan bencana, tapi kenapa diberikan izin tambang. Namun, kami ibu-ibu disana tetap berjuang agar tambang pasir besi di pesisir kami tidak beroperasi," ucapnya.


Pembicara terakhir ialah Nur Chayati, Perempuan dari Pesisir Semarang, Jawa Tengah, mengatakan bahwa dulu perkampungannya hampir tenggelam akibat abrasi, namun mereka sadar dan menanam mangrove.

"Sekarang, mangrove yang kami tanam sudah layaknya hutan dan bisa melindungi kampung kami dari banjir rob dan angin kencang. Tapi setelah 20 tahun menanam sekarang malah mau direklamasi untuk pembangunan tol laut,"  katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Dg Bau, Perempuan dari Pulau Lae Lae mengungkapkan kekhawatiran sekaligus penolakannya terhadap rencana reklamasi Pulau Lae-Lae.

"Kami meminta ke Pak Wali Kota agar membatalkan rencana reklamasi di Pulau Lae-Lae," katanya penuh harap.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2