Studi: Tersisa 15,5% Wilayah Pesisir Dunia Masih Utuh Secara Ekologis

Klikhijau.com – Wilayah pesisir dunia secara ekologis tidak berada dalam keadaan baik-baik saja. Aktivitas manusia seperti pertambangan, pertanian, dan perikanan menyeretnya ke ujung tanduk. Ketiga ak...

Studi: Tersisa 15,5% Wilayah Pesisir Dunia Masih Utuh Secara Ekologis
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Wilayah pesisir dunia secara ekologis tidak berada dalam keadaan baik-baik saja. Aktivitas manusia seperti pertambangan, pertanian, dan perikanan menyeretnya ke ujung tanduk. Ketiga aktivitas itu pun membuat laju deforestasi terus menanjak.

Dan belum lama ini, sebuah studi   yang didanai oleh Dewan Riset Lingkungan Alam (NERC). Dan dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Studi itu mengungkapkan bahwa deforestasi membawa dampak paling parah wilayah yang terletak di pesisir.

Para ahli menganalisa tiga dekade data satelit di Afrika Barat untuk menyelidiki bagaimana deforestasi mungkin telah mengubah pola cuaca.

Hasil analisis yang mereka dapatkan menunjukkan bahwa penebangan kawasan hutan yang luas telah sangat meningkatkan pemanasan global dan aktivitas badai di sepanjang wilayah pesisir, di antaranya Guinea, Sierra Leone, Liberia, Pantai Gading, Ghana, dan Nigeria.

Profesor Chris Taylor dari Pusat Ekologi Inggris dan Hidrologi berpendapat bahwa deforestasi memperburuk dampak perubahan iklim, khususnya di beberapa kota atau daerah yang paling tidak tahan banting di Bumi. Itu membuat  daerah tersebut lebih sulit untuk mengatasi peristiwa cuaca ekstrem.

“Tingkat peningkatan aktivitas badai pesisir kemungkinan akan bervariasi di berbagai wilayah, tergantung pada iklim lokal, tetapi kami memperkirakan deforestasi memiliki efek yang sama di wilayah deforestasi pesisir lainnya,” katanya.

Hanya 15,5 persen yang utuh

Tidak berhenti di situ saja, dilansir dari Inhabitat, ada sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan hal yang lebih miris—yang  diterbitkan dalam “Conservation Biology”.

Studi tersebut dipimpin oleh para peneliti di University of Queensland, penelitian ini meninjau data satelit dari hingga 2013. Mereka memeriksa sejauh mana aktivitas manusia telah mempengaruhi garis pantai .

Mereka mengungkapkan bahwa hanya 15,5 persen wilayah pesisir dunia yang masih utuh secara ekologis. Sebagian besar wilayah pesisir telah rusak oleh aktivitas manusia.

Para peneliti menemukan bahwa bahkan beberapa daerah pesisir yang paling terpencil pun terkena dampaknya.

Daerah-daerah itu di antaranya, wilayah Kimberley, bagian terpencil Australia Barat, ditemukan terpengaruh oleh aktivitas pertambangan dan penangkapan ikan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2