Siti Nurbaya: Tidak Sama FoLU Net Carbon dengan Zero Deforestation

Klikhijau.com - Keseriusan dan komitmen Pemerintah Indonesia dalam hal penanganan isu perubahan iklim tergambar pada inisiasi “Indonesia FoLU Net-Sink 2030”. Komitmen ini merupakan pencanangan penc...

Siti Nurbaya: Tidak Sama FoLU Net Carbon dengan Zero Deforestation
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Keseriusan dan komitmen Pemerintah Indonesia dalam hal penanganan isu perubahan iklim tergambar pada inisiasi “Indonesia FoLU Net-Sink 2030”.

Komitmen ini merupakan pencanangan pencapaian penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya. Suatu situasi dimana tingkat serapan sudah berimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi sektor terkait pada tahun 2030.

Presiden Jokowi bahkan telah menegaskan target Indonesia untuk mencapai Net-Zero Emission pada tahun 2060 atau sedapat-dapatnya lebih awal.

Merespons hal ini, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan klarifikasi dan pemaknaan yang benar perihal zero deforestation dan carbon neutral. Menurut Siti, zero deforestation tidak sama dengan carbon neutral untuk sektor kehutanan, demikian penjelasan Siti saat briefing Delegasi RI pada 26 Oktober di Jakarta.

"Untuk tahun 2030 dengan segala kebijakan sektor kehutanan yang ada, sejak pemerintahan Presiden Jokowi tahun 2014 akhir hingga sekarang sedang terus berlangsung dan dengan penyempurnaan secara terus menerus, kita memperbaiki tata kelola kehutanan. Hasil-hasilnya selama 6 tahun terakhir juga dirasakan dan akan terus kita tingkatkan," kata Menteri Siti sebagaimana mempertegas isi pidato yang disampaikan oleh Jokowi pada World Leaders Summit (WLS) on Forest and Land Use di Glasgow pada Selasa, 2 November 2021.

Menurut Siti, harus jelas bahwa zero deforestation atau sama sekali tidak boleh ada penebangan dan bahkan satu pohon jatuh di halaman rumah itu bisa disebut deforestasi.

"Apakah seperti itu? Tentu saja tidak!" tegasnya.

Dalam hal individual activities, swasta misalnya, hal tersebut bisa saja dianut, sebab mekanistik, teknis dan satu persatu langkah kerja bisnis misalnya dengan RKU atau rencana kerja usahanya yang  bisa dirinci satu persatu dalam rencana kerja teknik tahunan RKT. Jelas itu mekanistik, linearistik.

Tapi kalau negara apalagi negara besar seperti Indonesia, dengan puluhan ribu desa di dalam dan di sekitar hutan, apakah bisa  dipakai cara-cara zero deforestation tersebut? Demikian, Menteri Siti mempertanyakan.

Bagi Siti, Indonesia sedang giat membangun dan bangsa Indonesia merasakan pembangunan secara besar-besaran itu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2