Saatnya Mengawetkan Makanan dengan Teknik Radiasi

Klikhijau.com – Makanan memiliki waktu terbatas. Jika tak segera diolah atau dikonsumsi akan terbuang jadi sampah. Karenanya, perlu solusi tepat agar makanan bisa memiliki waktu lebih panjang alias le...

Saatnya Mengawetkan Makanan dengan Teknik Radiasi
Bacakan Artikel

Naila juga mengungkapkan bahwa nuklir dan radiasi telah digunakan pada berbagai bidang kehidupan manusia, seperti bidang pertanian.

“Melalui teknik ini tercipta keanekaragaman hayati, di mana radiasi gamma menginduksi mutasi materi genetik tanaman pangan, lalu sifat unggulnya dipilih,” terangnya.

Dirinya menegaskan, mutasi radiasi meningkatkan keunggulan tanaman, mulai dari produktivitas meningkat, ketahanan terhadap hama penyakit, daya adaptasi tanaman menjadi tinggi, serta kualitas dan rasa yang lebih baik.

“Teknik ini sudah diterapkan pada 23 varietas padi, 10 varietas kedelai, 3 varietas kacang hijau dan sorgum, serta 1 varietas gandum dan kapas,” sebutnya.

Naila juga menguraikan tahun 1945 menjadi awal perkembangan nuklir, ditandai dengan peristiwa Hiroshima Nagasaki. Pada dekade 1950-an, perlombaan dan uji coba senjata nuklir di Kawasan Pasifik menimbulkan keresahan terutama untuk kedaulatan Indonesia.

Tahun 1958, Indonesia melalui Panitia Negara menyelidiki adanya sisa zat radioaktif akibat uji coba senjata nuklir hingga lahirlah Lembaga Tenaga Atom. Hingga 1964, BATAN terbentuk dengan fungsi kelembagaan yang lebih luas dari Lembaga Tenaga Atom.

“Pada September 2021, BATAN terintegrasi ke dalam BRIN, dan tetap berkomitmen pada keselamatan serta memanfaatkan teknologi nuklir di berbagai bidang untuk kesejahteraan,” pungkasnya.

Dari BRIN

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2