Perubahan Iklim Merampas Kualitas Gizi Tanaman Pangan?

Klikhijau.com - Tanaman pangan adalah pondasi bagi kehidupan. Perannya sangat penting. Namun, kebutuhan yang mahapenting itu, perlahan tergerus oleh perubahan iklim. Dampaknya tidak terhingga, mula...

Perubahan Iklim Merampas Kualitas Gizi Tanaman Pangan?
Bacakan Artikel

[irp]

Ekele dan tim penelitiannya menanam tanaman berdaun, seperti bayam, kangkung, dan arugula, di laboratorium dengan kontrol iklim untuk meniru proyeksi pemanasan dan skenario emisi gas rumah kaca di Inggris.

“Perubahan lingkungan ini dapat memengaruhi segalanya, mulai dari fotosintesis dan laju pertumbuhan hingga sintesis dan penyimpanan nutrisi dalam tanaman,” jelas Ekele.

Kemudian, nilai gizi tanaman dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan fluoresensi sinar-X.

Dengan tingkat pemanasan yang lebih rendah dan peningkatan karbon dioksida, tanaman tumbuh lebih besar, tetapi tetap memiliki kadar nutrisi yang lebih rendah, termasuk penurunan kalsium dan beberapa antioksidan.

[irp]

 Setiap tanaman merespons berbeda

Dengan peningkatan yang lebih tinggi dalam pemanasan dan karbon dioksida, tanaman tidak hanya kehilangan nilai nutrisi dalam skala yang lebih besar, tetapi mereka juga tidak tumbuh lebih besar seperti yang terjadi dalam skenario pemanasan dan karbon dioksida yang lebih rendah.

Namun, setiap tanaman merespons dengan cara yang berbeda, dengan variasi nutrisi tertentu. Ekele mencatat bahwa tingkat emisi karbon yang lebih tinggi dapat menyebabkan kadar gula yang lebih tinggi pada tanaman, tetapi kadar nutrisi esensial yang lebih rendah.

[irp]

“Yang penting bukan hanya berapa banyak makanan yang kita tanam, tetapi juga apa yang terkandung di dalamnya dan bagaimana makanan tersebut mendukung kesejahteraan manusia dalam jangka panjang,” ujarnya.

"Seiring iklim terus berubah, kita harus berpikir secara holistik tentang jenis sistem pangan yang kita bangun — sistem yang tidak hanya menghasilkan cukup pangan, tetapi juga mendorong kesehatan, kesetaraan, dan ketahanan," tambah Ekele.

Ekele junga menjelaskan bahwa pangan lebih dari sekadar kalori, pangan merupakan fondasi bagi pembangunan manusia dan adaptasi iklim.

Penelitian ini masih berlangsung, dan tim peneliti Ekele sedang mencari kolaborator untuk mengeksplorasi lebih lanjut perubahan nutrisi pada tanaman pangan guna memberikan informasi yang lebih baik mengenai kebijakan dan prosedur yang tangguh terhadap perubahan iklim dan dampaknya.

[irp]

 

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2