Pentingnya Literasi Sustainability Menuju ‘Net Zero Carbon’ dan Inklusi Keuangan

Klikhijau.com - Konferensi Leadership for Enterprise Sustainability Asia (LESA 2021) yang diselenggarakan Asia School of Business (ASB) dengan fokus pada adaptasi bisnis terhadap Ekonomi Perubahan Ikl...

Pentingnya Literasi Sustainability Menuju ‘Net Zero Carbon’ dan Inklusi Keuangan
Bacakan Artikel

Mulai dari Vale yang mengimplementasikan roadmap menuju net zero carbon, hingga visi besar dari Esquel untuk mendirikan semacam manufacturing park modern yang berfungsi juga sebagai destinasi ekowisata pendidikan dan pemanfaatan teknologi pangan untuk menyediakan produk daging alternatif dalam skala besar, serta penciptaan supply chain minyak sawit yang berkelanjutan.

Para pembicara dalam konferensi itu telah mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri dan cara menghadapinya.

Tema penting lain yang diangkat dalam konferensi ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan paradigma yang akan segera terjadi.

Meskipun usia Gen Z masih muda, mereka dipengaruhi "Efek Greta Thunberg", yakni gagasan bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu kecil untuk membuat sebuah perbedaan.

Perusahaan yang memiliki tanggung jawab lingkungan dan sosial akan menjadi perusahaan yang lebih disukai oleh kelompok yang baru ini, yaitu kelompok yang cenderung lebih loyal kepada perusahaan yang sejalan dengan value dan keyakinan mereka.

Mengingat sebagian besar negara Asia dan negara berkembang saat ini diuntungkan oleh bonus demografi, yakni tingginya populasi angkatan kerja usia muda, maka perusahaan perlu mempertimbangkan hal ini.

Konferensi ini juga menyoroti pentingnya membangun taksonomi bahasa umum yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai isu dalam krisis iklim ini, sehingga setiap orang akan menggunakan bahasa yang sama untuk mendapatkan dukungan dari para pemimpin perusahaan, anggota parlemen, dan para pemimpin politik.

Para pemangku kepentingan perlu memahami apa manfaat, bahaya dan kerugiannya jika krisis iklim ini tidak segera diatasi. Agar orang-orang tahu apa yang harus dilakukan, mereka harus menyadari setiap aspek dari masalah ini.

Kesimpulannya, pengetahuan sudah tersedia, tetapi perlu dirangkai dalam bahasa sederhana melalui 'perangkat literasi keberlanjutan'.

Prof. Charles Fine (PhD Stanford), CEO, President & Dean of Asia School of Business mengatakan, “Ada komponen etika yang signifikan dalam sustainability. Salah satu misi ASB adalah mengembangkan pemimpin yang transformatif, berprinsip serta berani mengakui keterbatasannya, sebagai sebuah komponen penting.

Selama beberapa minggu terakhir, kita telah melihat berbagai tuduhan tentang para pemimpin yang melakukan ‘greenwashing’.

“Kita harus bisa menyampaikan secara langsung dan transparan tentang tantangan dan masalah yang ada, serta memecahkannya. Ini tidak mudah dilakukan, tetapi ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kami berharap dapat berkontribusi untuk "literasi keberlanjutan" yang lebih besar melalui program pendidikan dan penelitian untuk membekali dan meningkatkan keterampilan para pemimpin," ujarnya.

Konferensi ini diakhiri dengan penyampaian pesan penting dan pengumuman dari LESA 2022 keynote speaker yaitu Andrew McAfee, Co-Founder dan Co-Director Initiative on the Digital Economy, MIT Sloan dan penulis ‘More From Less’.

ASB berterimakasih kepada Maybank sebagai sponsor ekslusif Iclif Leadership Energy Awards (ILEA), yang memberikan penghargaan kepada sosok pemimpin generasi muda yang penuh teladan dan pahlawan tanpa tanda jasa di tengah masyarakat. ASB juga berterima kasih kepada Sarawak Energy, sponsor asosiasi LESA 2021.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2