Pendidikan Lingkungan sebagai Upaya Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Klikhijau.com - Sustainable Development Goals (SDG’s) adalah kesepakatan internasional untuk pembangunan berkelanjutan berdasarkan hal asasi manusia dan kesetaraan. SDG’s memiliki prinsip universal...

Pendidikan Lingkungan sebagai Upaya Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia
Bacakan Artikel
Mustari Tepu

Profesional kehutanan Indonesia & Kepala Bidang KSDA Wilayah II di Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Mustari Tepu

Artikel terbaru dari Mustari Tepu (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Kerusakan ekosistem dan penurunan jumlah keanekaragaman hayati terus berlanjut. Sebagai contoh, kerusakan laut akibat aktivitas manusia telah menjadi permasalahan dunia. Menurut data dari Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), laut Indonesia memang dapat dikategorikan tercemar.

Pada tahun 2022 tercatat ada 398 juta ton sampah plastik yang mencemari laut Indonesia. Selain sampah plastik, TKN PSL mencatat berbagai jenis sampah lainnya yang mencemari laut, yaitu: Sisa Makanan: 45%, Kayu/Ranting/Daun: 13%, Kertas: 13%, Plastik: 10%, Logam: 10%, kain/Tekstil: 3%, Karet/Kulit: 2%, Kaca: 2% dan lainnya lainnya: 8%.

Pentingnya Pendidikan lingkungan

Aktivitas lain yang merusak laut antara lain illegal fishing, pengambilan terumbu karang untuk bangunan dan aktivitas wisatawan bahari seperti diving dan snorkeling. Aktivitas merusak tersebut masih mencerminkan rendahnya literasi lingkungan kelautan masyarakat.

Salah satu penyebab rendahnya literasi lingkungan adalah kurangnya edukasi lingkungan kelautan kepada masyarakat untuk menjaga ekosistem laut. Edukasi lingkungan kelautan ini dapat dilakukan salah satunya dengan memberikan aktivitas pendidikan lingkungan.

Pendidikan lingkungan adalah salah satu cara mengatasi literasi lingkungan. Literasi lingkungan merupakan tantangan utama dalam melindungi ekosistem, melakukan edukasi tentang pentingnya ekosistem yang sehat sangat penting bagi perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Salah satu metode efektif dalam pendidikan lingkungan adalah dengan melakukan experiential learning. Pendidikan berbasis pengalaman di lapangan penting untuk disiplin ilmu perilaku, ekologi, evolusi, sistematika, sains, dan ilmu konservasi.

Pendidikan berbasis pengalaman memaksa peserta didik untuk mempertanyakan dan mengevaluasi kembali asumsi mereka tentang bagaimana dunia alami beroperasi. Peserta didik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memupuk koneksi kritis dari konsep abstrak menjadi realitas nyata.

Hal ini akan memberikan dampak positif bagi peserta didik untuk memiliki kemampuan mengambil keputusan dan bertindak ramah lingkungan, peserta didik akan lebih bersahabat terhadap lingkungan agar memiliki prilaku hidup bersih dan sehat.

Pendidikan lingkungan dengan metode experiential learning mampu mengembangkan kemampuan siswa untuk merefleksikan sebelum, selama dan setelah pembelajaran lingkungan, sehingga memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan dalam bertindak pro-lingkungan.

Dalam pendidikan lingkungan ini, pengetahuan lingkungan akan dilengkapi dengan pengalaman berinteraksi dengan alam. Experiential learning memungkinkan siswa untuk membuat hubungan antara teori dan dunia nyata. Hal tersebut diharapkan peserta didik dapat memiliki kepekaan terhadap pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2