OPAB GEMPA, Barometer Organisasi Pencinta Alam di Makassar

[hijau]Berpetualang ke alam bebas menebar cinta, melestarikan alam[/hijau] Klikhijau.com - "Tulis saja nama media sosial saya, Natural Thari, pakai huruf H setelah T," pintanya saat saya menanyakan...

OPAB GEMPA, Barometer Organisasi Pencinta Alam di Makassar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dua puncak gunung tersebut, yaitu gunung Lompo Battang dan gunung Bawakaraeng. Tak hanya mendaki, sebab akan dirangkaiandengan kegiatan bakti sosial di desa Lembang Bu,ne, Kec. Malakji, Gowa. Desa tersebut merupakan desa terakhir sebelum melakukan pendakian ke gunung Lompo Battang.

Tidak takut kehilangan

Kegiatan lainnya akan ada dialog lingkungan hidup dari tokoh pencinta alam, pemerintah, dan pemerhati lingkunagn dalam kegiatan NATURL DAY seperti tahun sebelumnya.

Kegiatan yang saya hadiri di hari Sabtu itu, merupakan Penerimaan Anggota Baru (PRABU X) yang anggota barunya berjumlah 10 orang. OPAB GEMPA Makassar memang tak membutuhkan kuantitas tapi kualitas.

Kesepuluh orang itu telah melalui tahapan recruitment selama satu bulan, diawali wawancara dan physicotest bagi calon peserta. Kemudian dilanjut dengan seleksi administratif. Lalu seleksi tes kemampuan dasar dan tes fisik selama tiga hari. Semua itu adalah hal wajib bagi calon peserta PRABU OPAB Gempa Makassar.

"Setelah melewati beberapa tahapan, satu keharusan yang kami tawarkan untuk memasuki kelanjutannya di materi kelas Indoor). Alhamdulillah proses itu terjadi dan ada yang tak sampai ke indoor. Namun kami sepakat faham bahwa kami tak takut kehilangan karena percaya adanya seleksi alam, akhirnya yang lolos hanya tersisa 10 0rang," ungkap Natural Thari.

Organisasi ini masih aktif hingga kini, bahkan menurut Thari, salah seorang pemateri yang membawakan materi pada Prabu X mengungkapkan jika OPAB GEMPA Makassar menjadi barometer organisasi pencinta alam di Makassar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2