Nilai Konservasi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Klikhijau.com - Belantara Foundation kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pembelajaran lingkungan dalam program Belantara Learning Series Episode 3 (BLS Eps.3). BLS Eps. 3 merupakan kegi...

Nilai Konservasi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Belantara Foundation kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pembelajaran lingkungan dalam program Belantara Learning Series Episode 3 (BLS Eps.3).

BLS Eps. 3 merupakan kegiatan kolaborasi antara Belantara Foundation, Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Fakultas Biologi Universitas Nasional, I-SER FMIPA Universitas Indonesia dan Daemeter Consulting.

Kegiatan BLS Eps. 3 dilaksanakan pada Selasa (31/05/2022) melalui aplikasi zoom dan juga siaran langsung YouTube Belantara Foundation pada pukul 09.00 sd 12.00 WIB.

Bertepatan dengan momentum Hari Keanekaragaman Hayati sedunia, topik BLS Eps. 3 kali ini membahas “Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia”.

Seperti yang telah kita ketahui, setiap tanggal 22 Mei, masyarakat global memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia.

Peringatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Pada tahun ini, tema global yang diusung yaitu “Building a shared future for all life” atau “Membangun masa depan bersama untuk semua kehidupan”.

Melalui tema ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa keanekaragaman hayati merupakan jawaban atas tantangan pembangunan berkelanjutan dan fondasi kehidupan yang dapat kita bangun kembali dengan lebih baik.

Laporan komprehensif bertajuk Global Assessment Report on Biodiversity and Ecosystem Services 2019  oleh IPBES (The Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services) memaparkan status keanekaragaman hayati bumi kini kian mengkhawatirkan.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa saat ini, bumi telah kehilangan lebih dari 80 persen biomassa satwa menyusui (terdiri dari satwa mamalia dan primata) disebabkan oleh kerusakan ekosistem alami yang mengalami kerusakan 100x lebih cepat dari yang terjadi selama 10 juta tahun terakhir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2